Home / BERITA UTAMA / DAERAH / KORUPSI

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:41 WIB

Kejati Jatim Tetapkan Mantan Dirut KBS sebagai Tersangka Dugaan Korupsi, Kerugian Negara Capai Rp10,2 Miliar

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Foto: redaksi/TargetNews.ID)

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Foto: redaksi/TargetNews.ID)

TARGETNEWS.ID SURABAYA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menetapkan mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) berinisial CA sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan perusahaan selama periode 2016–2024.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi alat bukti yang cukup. Berdasarkan hasil penyidikan, CA diduga menyalahgunakan kewenangannya dengan menggunakan anggaran perusahaan untuk pengeluaran yang tidak sesuai peruntukan, pengeluaran fiktif, serta kepentingan pribadi.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Timur, I Gede Punia Atmaja, menjelaskan bahwa perbuatan tersebut diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp10,2 miliar, berdasarkan hasil perhitungan sementara Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka diduga memerintahkan staf keuangan untuk mencairkan anggaran perusahaan, kemudian membuat laporan pertanggungjawaban seolah-olah dana tersebut digunakan untuk kegiatan operasional. Namun, penyidik menemukan indikasi bahwa sebagian anggaran justru digunakan tidak sesuai peruntukan dan diduga untuk kepentingan pribadi.

Untuk kepentingan penyidikan, CA telah ditahan di Rumah Tahanan Kejati Jawa Timur selama 20 hari. Penyidik masih terus mendalami perkara tersebut dan tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan terhadap pihak lain yang diduga turut bertanggung jawab apabila ditemukan alat bukti yang cukup.

Kejati Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas perkara dugaan korupsi tersebut guna memastikan setiap penyalahgunaan keuangan negara diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

KASUS PENYADAPAN PRESIDEN MENDUNIA | Aceng Syamsul Hadie (ASH): Dugaan Makar, Krisis Kepercayaan Institusi Polri, dan Alarm Bahaya bagi Demokrasi Indonesia

BERITA UTAMA

Polres Lumajang Berangkatkan Personel dan Paket Sembako, Bantu Warga Terdampak Banjir Tempursari

BERITA UTAMA

Polres Gresik Ungkap Peredaran Narkoba Sita 57,96 Gram Sabu dari Tangan Residivis

BERITA UTAMA

Polres Lamongan Bongkar 17 Kasus Narkoba, 21 Tersangka Ditangkap dan 275,94 Gram Sabu Disita

BERITA UTAMA

ALIANSI MADURA INDONESIA DESAK KEPALA KANWIL DITJENPAS JATIM SEGERA COPOT DAN PECAT KALAPAS, KPLP, SERTA KASI KAMTIB LAPAS KELAS IIB TULUNGAGUNG

BERITA UTAMA

Kapolda Jatim Silaturahmi ke PWM Gandeng Ulama Perkuat Kamtibmas dan Berantas Narkoba

BERITA UTAMA

Polda Jatim Tetapkan dan Tahan Tersangka Arisan MeAow, Enam Pelapor Mengaku Rugi Rp 4,07 Miliar

BERITA UTAMA

Kapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan