TARGETNEWS.ID SURABAYA – Antusiasme masyarakat menyambut Pasar Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Gresik menjadi gambaran nyata bahwa kebutuhan pangan dengan harga terjangkau masih sangat dinantikan. Seluruh komoditas yang disediakan habis terjual dengan nilai transaksi mencapai Rp66,88 juta.
Melihat tingginya animo masyarakat tersebut, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos.I., M.E.I., menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas konsistensinya menghadirkan Program Pasar Murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu meringankan beban masyarakat.
Senator yang akrab disapa Ning Lia menilai program tersebut bukan sekadar kegiatan menjual bahan pokok dengan harga lebih murah, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Pasar murah bukan hanya tentang sembako yang dijual dengan harga terjangkau. Yang lebih penting adalah masyarakat merasakan bahwa pemerintah hadir ketika mereka membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari,” ujar Lia, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, habisnya seluruh komoditas yang dijual menjadi bukti bahwa program tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Di tengah fluktuasi harga pangan, keberadaan pasar murah memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih bersahabat.
“Antusiasme warga menunjukkan bahwa program ini tepat sasaran. Pemerintah berhasil menghadirkan solusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Sebagai anggota Komite III DPD RI, Lia menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak cukup hanya dilakukan melalui kebijakan di tingkat pusat. Pemerintah daerah juga memiliki peran strategis melalui pasar murah, operasi pasar, hingga penguatan distribusi pangan agar harga tetap stabil.
“Ketika harga kebutuhan pokok terkendali, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Dampaknya bukan hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga akan memperkuat perekonomian daerah secara keseluruhan,” jelasnya.
Selain mengapresiasi pelaksanaan Pasar Murah, Ning Lia juga menyambut baik ajakan Gubernur Khofifah kepada masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih selama 1–31 Agustus 2026 dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Lia, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan pemasangan bendera, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama dan hadirnya kebijakan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Mengibarkan Merah Putih adalah simbol cinta kepada Indonesia. Namun semangat kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui gotong royong, kepedulian sosial, dan kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tuturnya.
Ia berharap Program Pasar Murah dapat terus diperluas hingga menjangkau daerah-daerah yang memiliki kerentanan inflasi lebih tinggi. Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, BUMD, hingga kelompok tani menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan lebih merata.
“Kolaborasi yang baik akan menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Saya optimistis Jawa Timur akan terus menjadi contoh dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” pungkasnya.
(Anil)










