Home / BERITA UTAMA

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Lia Istifhama: Bekal Santri Bukan Hanya Ilmu, tapi Juga Kemandirian

TARGETNEWS.ID SURABAYA – Suasana penuh semangat mewarnai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB) yang digelar di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu (8/8/2026).

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, yang hadir dalam kegiatan tersebut, melihat pertemuan para alumni dan mahasiswa santri bukan sekadar agenda organisasi. Lebih dari itu, Rakornas menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, berbagi pengalaman, sekaligus menyiapkan generasi santri agar semakin siap menghadapi perubahan zaman.

Lia mengapresiasi kolaborasi antara alumni dan FKMSB yang menurutnya menunjukkan kuatnya jaringan santri. Para alumni yang telah berkiprah di berbagai bidang dinilai memiliki peran penting dalam membuka jalan dan memberikan inspirasi bagi generasi yang masih menempuh pendidikan.

“Ini sangat bagus. Alumni mampu membangun kolaborasi dengan FKMSB. Ini seperti implementasi teori jaringan, di mana para alumni tetap terhubung, saling menguatkan, dan memberikan inspirasi kepada generasi penerus,” ujar Lia.

Menurutnya, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya terletak pada struktur, tetapi juga pada hubungan antarmanusia yang terus dirawat. Ketika alumni dan generasi muda tetap terhubung, pengalaman dan nilai-nilai baik dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Lia juga mengapresiasi perjalanan panjang FKMSB yang telah melahirkan banyak santri dan alumni yang berkontribusi di berbagai bidang kehidupan.

Baca juga  Babinsa Koramil 06/Sruweng Hadiri Lelang Barang dan Jasa

“FKMSB memiliki sejarah panjang dan telah melahirkan begitu banyak alumni. Ini menunjukkan bahwa kekuatan jaringan santri masih sangat besar dan memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Semoga FKMSB terus eksis dan memberikan kemaslahatan bagi penguatan peradaban bangsa,” katanya.

Dalam Rakornas tersebut, Lia turut mengapresiasi kehadiran Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang memberikan motivasi kepada para peserta. Bagi Lia, pesan tersebut relevan dengan tantangan generasi muda yang hidup di tengah perubahan teknologi dan dinamika sosial yang begitu cepat.

Ia mengingatkan, menjadi santri di era sekarang tidak cukup hanya menguasai ilmu agama. Santri juga perlu memiliki keberanian untuk berinovasi, berpikir terbuka, dan mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

“Santri harus menjadi pendobrak peradaban. Mereka harus inventif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Nilai-nilai yang diajarkan di pesantren harus menjadi fondasi untuk membangun kemajuan,” tegasnya.

Selain pendidikan dan kepemimpinan, Lia menilai kemandirian ekonomi juga penting bagi generasi santri. Menurutnya, kemampuan memahami ekonomi dan mengelola keuangan menjadi bagian dari bekal menghadapi kehidupan setelah keluar dari pesantren.

Baca juga  Komandan Pasmar 3 Hadiri Pembukaan Kejurnas Panahan

“Santri harus melek terhadap kebutuhan ekonomi. Financial freedom itu penting, tetapi jangan sampai terjebak pada praktik-praktik yang tidak sesuai dengan nilai dan etika. Kemandirian ekonomi harus dibangun di atas fondasi moral yang kuat,” ujarnya.

Khusus kepada para santri yang baru memulai pendidikan di pesantren, Lia berpesan agar mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar dan membentuk karakter.

“Yakinlah bahwa kalian sedang belajar di tempat yang sangat tepat. Di pesantren, kalian tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga kemandirian dan pendidikan moral agama yang kuat. Bekal ini akan membentuk pribadi yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” tuturnya.

Ia optimistis pesantren akan terus menjadi tempat tumbuhnya generasi muda yang memiliki ilmu, karakter, sekaligus kepedulian terhadap bangsa.

Bagi Lia, santri hari ini adalah bagian penting dari wajah Indonesia di masa depan. Dengan bekal ilmu, akhlak, keberanian berinovasi, serta kemandirian ekonomi, para santri diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam membangun negeri.

“Insya Allah para santri akan tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan kelak menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang membawa kemajuan bagi Indonesia,” pungkasnya.

(Anil)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Satlantas Polres Pulang Pisau, Sosialisasi Penggunaan Helm dengan Benar

Artikel

Wujudkan Lingkungan Aman, Bhabinkamtibmas Sebangau Kuala Ajak Warga Aktifkan Pos Kamling

Artikel

Bhabinkamtibmas Polsek Maliku Sosialisasikan Langkah untuk pelaporan Pungutan Liar.

BERITA UTAMA

Cegah Kenakalan remaja di Kalangan Pelajar, Sat Binmas Polres Pulang Pisau Lakukan Pembinaan Di Sekolah

Artikel

Kamseltibcarlantas: Sat Lantas Polres Pulang Pisau Gelar Dikmas Lantas Penling

BERITA UTAMA

Update Kasus Sungai Berwarna Merah di Pamekasan, Polisi Berhasil Temukan Penyebab

Artikel

Kajati Jatim Mia Amiati Terima Penghargaan detikAward 2024

Artikel

Kapolri Ajak Ojol Online Bersinergi Jaga Kamtibmas