TARGETNEWS.ID SURABAYA – Aksi penjambretan diduga kembali terjadi di kawasan Jembatan Suramadu sisi barat, Surabaya. Kali ini, seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar menjadi korban perampasan telepon seluler oleh dua pria yang belum diketahui identitasnya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, korban tengah berada di sekitar kawasan Jembatan Suramadu sisi barat.
Menurut keterangan orang tua korban, Samsuri, kejadian bermula ketika dua pria yang mengendarai sepeda motor menghampiri korban dengan alasan hendak menanyakan alamat.
Setelah itu, salah seorang pria tersebut meminta telepon seluler milik korban dengan alasan hendak menghubungi rekannya. Korban sempat menolak memberikan ponselnya.
Namun, penolakan tersebut justru diikuti tindakan perampasan. Telepon seluler korban diduga dirampas secara paksa oleh kedua pria tersebut sebelum mereka meninggalkan lokasi.
“Korban sempat menolak saat diminta HP. Kemudian HP tersebut dirampas secara paksa,” kata Samsuri, Selasa (11/8/2026).
Usai kejadian, korban pulang dan menceritakan peristiwa tersebut kepada orang tuanya. Samsuri kemudian melaporkan kasus itu kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Laporan tersebut tercatat di Polsek Kenjeran, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polda Jawa Timur, pada Senin (10/8/2026), dengan Nomor LPM/134/VIII/2026/SPKT/Polsek Kenjeran/Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya/Polda Jawa Timur.
Adapun barang milik korban yang dilaporkan hilang berupa satu unit telepon seluler Vivo Y12 beserta kartu SIM.
Samsuri berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti dan aparat kepolisian dapat mengungkap identitas serta keberadaan pelaku.
Ia juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika berada di luar rumah, terlebih di kawasan yang ramai dan rawan tindak kriminal. Anak-anak juga diingatkan tidak membawa barang berharga secara mencolok ketika bepergian atau bermain.
“Kami berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti peristiwa yang menimpa anak kami agar tidak ada korban berikutnya,” ujarnya.
Samsuri juga meminta peningkatan patroli dan pengawasan di sekitar Jembatan Suramadu sisi Surabaya. Menurutnya, keamanan di kawasan tersebut perlu menjadi perhatian agar masyarakat, khususnya anak-anak, merasa lebih aman saat beraktivitas.
“Kami berharap patroli dan pengawasan di kawasan Jembatan Suramadu lebih ditingkatkan. Jangan sampai kejadian seperti ini kembali menimpa warga lainnya,” pungkasnya.










