TARGETNEWS.ID CIREBON, Kepedulian terhadap maraknya perundungan atau bullying terhadap anak kembali disuarakan. Kanjeng Gusti Sultan Sepuh, Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., S.H., M.H., menyerukan gerakan nasional Stop Bullying sebagai bentuk kepedulian bersama untuk melindungi anak-anak Indonesia.
Seruan tersebut ditujukan kepada seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, komunitas, organisasi kemasyarakatan, insan media, orang tua, generasi muda hingga masyarakat luas.
Menurut Sultan Sepuh, persoalan perundungan tidak semestinya dianggap sebagai masalah sepele. Dampaknya dapat meninggalkan luka berkepanjangan pada anak, baik terhadap kepercayaan diri, proses pendidikan, kehidupan sosial maupun perkembangan masa depannya.
“STOP BULLYING! STOP PERUNDUNGAN!” menjadi pesan utama yang disampaikan sebagai ajakan agar seluruh masyarakat mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Ia menegaskan, anak-anak membutuhkan perhatian, kasih sayang dan kepedulian dari orang-orang dewasa, terutama ketika mereka menghadapi persoalan atau berada dalam kondisi sulit.
Sultan Sepuh juga mengajak seluruh tokoh bangsa untuk mengesampingkan berbagai perbedaan dan menyatukan langkah dalam agenda kemanusiaan yang lebih besar, yakni melindungi generasi penerus bangsa dari kekerasan dan perundungan.
“Mari kita mulai dari rumah, mulai dari sekolah, mulai dari lingkungan kita, dan mulai dari diri kita sendiri,” serunya.
Ia mendorong perubahan budaya di tengah masyarakat, dari kebiasaan saling menyakiti menjadi budaya saling melindungi, dari kebencian menuju kepedulian, serta dari perpecahan menuju persatuan.
Menurutnya, tidak boleh ada anak yang dibiarkan tumbuh dalam ketakutan, merasa sendirian, atau kehilangan harapan akibat tindakan perundungan.
Karena itu, gerakan Stop Bullying diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi gerakan bersama yang diwujudkan melalui kepedulian nyata di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Di penghujung seruannya, Sultan Sepuh mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menyatukan suara dan langkah dalam melindungi anak-anak.
“Satukan suara. Satukan langkah. Selamatkan anak-anak Indonesia. Stop Bullying, Stop Perundungan, Selamatkan Masa Depan Generasi Nusantara.”
Kanjeng Gusti Sultan Sepuh, Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., S.H., M.H., dikenal sebagai penggagas Gerakan Nasional Stop Bullying.










