TARGETNEWS.ID MAGELANG — Akademi Militer (Akmil) terus memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pembentukan karakter Taruna sebagai bagian dari upaya menyiapkan calon perwira TNI AD yang profesional, tangguh, serta memiliki kompetensi akademik dan kepemimpinan.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano Tilaar saat memberikan pengarahan sekaligus membuka Workshop Audit Mutu Internal Akmil di Gedung Leo Kailola, Akmil, Magelang, Rabu (12/8/2026).
Workshop ini menjadi bagian dari langkah Akmil menghadapi proses reakreditasi. Fokus kegiatan diarahkan pada optimalisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), peningkatan kemampuan dalam penyusunan dokumen akreditasi, serta penguatan koordinasi antarunit kerja untuk memenuhi berbagai indikator kinerja yang dipersyaratkan.
Untuk memperkuat pelaksanaan kegiatan, Akmil menghadirkan sejumlah narasumber dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yakni Dr. Nur Yakin, S.E., M.M., Direktur Pendidikan dan Pembelajaran UMY; Dr. Fitri Arofiati, S.Kep., NS., MAN., Ph.D., Kepala Program Studi Ilmu Keperawatan UMY; serta Dr. Reni Budi Setyaningrum, S.H., M.Kn., Kepala Bidang Penjamin Mutu Internal UMY.
Dalam arahannya, Mayjen TNI Rano Tilaar menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas lulusan Akmil. Menurutnya, proses pendidikan di Akmil tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan sikap, karakter, disiplin, serta kesiapan fisik Taruna.
Akmil sebagai lembaga pendidikan yang mencetak calon Perwira TNI AD telah terintegrasi dengan sistem pendidikan tinggi dan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Sejalan dengan itu, falsafah Akmil “Dwi Warna Purwa Cendekia Wusana” menjadi landasan dalam membentuk sosok Perwira yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan, karakter, dan kemampuan fisik.
Konsep tersebut kemudian diselaraskan dengan Tri Pola Dasar Pendidikan, yakni pengembangan kemampuan akademik, pembentukan sikap dan perilaku, serta peningkatan kemampuan jasmani dan kesamaptaan.
Selain penguatan sistem penjaminan mutu, Akmil juga memberikan penghargaan kepada Gumil, pelatih, dan pengasuh terbaik sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam mendukung proses pendidikan Taruna.
Pemberian penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh tenaga pendidik dan pengasuh untuk terus meningkatkan profesionalisme, kreativitas, serta kualitas pembinaan Taruna.
Dengan penguatan sistem mutu internal dan apresiasi terhadap tenaga pendidik berprestasi, Akmil menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan proses pendidikan yang berkualitas dan adaptif terhadap tuntutan perkembangan zaman, sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai keprajuritan dan jati diri TNI AD.










