Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / Tag

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Batik Salem Tampil di JFW 2026, Brebes Bidik Pasar Nasional

Batik Salem Tampil di JFW 2026, Brebes Bidik Pasar Nasional

Batik Salem Tampil di JFW 2026, Brebes Bidik Pasar Nasional

Brebes, TargetNews.ID Batik Salem khas Kabupaten Brebes semakin menunjukkan potensinya menembus pasar nasional. Melalui gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (15/08/2026) malam, Batik Salem tampil dalam koleksi busana hasil kolaborasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Brebes dengan desainer Defrico Audy.

Di hadapan ratusan penonton, sejumlah koleksi berbahan batik khas Brebes di peragakan dalam sesi fashion show. Tak hanya membuka stan selama penyelenggaraan JFW 2026, Brebes juga membawa Batik Salem ke atas panggung. Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma bahkan turut tampil sebagai model mengenakan batik khas daerahnya.

Paramitha mengatakan, keikutsertaan Brebes dalam ajang fashion bergengsi tersebut merupakan bagian dari strategi memperkenalkan produk unggulan daerah kepada pasar yang lebih luas. Setelah mengikuti Jakarta Fashion Week pada 2025, tahun ini Brebes kembali membawa produk lokal ke panggung fashion nasional melalui JFW 2026.

Kami ingin produk lokal kami, produk unggulan Brebes yang selama ini kami banggakan bisa di pamerkan di setiap daerah dan dikenal oleh masyarakat yang lebih luas,” kata Paramitha.

Menurutnya, Batik Salem merupakan salah satu produk unggulan yang terus di dorong agar semakin dikenal di luar daerah. Batik khas Brebes tersebut bahkan telah diberikan sebagai buah tangan kepada sejumlah menteri dan Ketua DPR RI Puan Maharani, serta di gunakan dalam beberapa agenda internasional dan kegiatan kenegaraan.

Baca juga  Berbagi di Tengah Hujan, MAKI Jatim Bagikan 250 Paket Takjil untuk Pengguna Jalan di Juanda

Paramitha berharap Batik Salem tidak hanya dikenal masyarakat Brebes, tetapi semakin diterima di Yogyakarta, Jakarta, hingga pasar yang lebih luas. Ia menilai promosi melalui panggung fashion menjadi salah satu upaya meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka peluang pasar bagi para pengrajin.

Dampak promosi tersebut sebelumnya telah dirasakan pengrajin Batik Salem setelah tampil di Jakarta Fashion Week 2025. Antusiasme masyarakat terhadap kain khas Brebes meningkat, bahkan para pengrajin sempat kewalahan karena menerima banyak pesanan dari berbagai daerah.

Setelah kita mengikuti Jakarta Fashion Week, antusias untuk membeli kain Brebes sendiri semakin meningkat. Pengrajin kami juga sempat kewalahan karena banyak sekali banjiran order dari beberapa daerah,” ujarnya.

Namun, meningkatnya permintaan juga menghadirkan tantangan baru, terutama dalam pemasaran digital. Paramitha mengakui pemasaran Batik Salem secara daring masih perlu diperkuat karena masyarakat luar daerah masih mengalami kesulitan mendapatkan produk tersebut.

Ke depannya kami akan membantu untuk pemasaran Batik Salem sendiri, Batik Brebes,” katanya.

Pemkab Brebes juga mendorong UMKM agar semakin terkoneksi dengan platform digital, termasuk TikTok dan fitur keranjang kuning, sehingga konsumen dapat membeli Batik Salem secara langsung melalui kanal daring.

Baca juga  Jum'at Bersih, TNI-Polri dan Masyarakat Gotong royong Bersihkan Parit dan Jalan di Desa Pagat

Kolaborasi dengan Defrico Audy menjadi bagian penting dalam menghadirkan wajah baru Batik Brebes. Desainer tersebut mengatakan kerja sama dengan Dekranasda Kabupaten Brebes merupakan kali kedua, setelah sebelumnya memberikan pelatihan kepada pengrajin untuk mengembangkan motif kain tenun dan batik Brebes.

Defrico mempertahankan karakter Batik Brebes yang identik dengan warna gelap atau sogan seperti cokelat, tembaga, dan hitam, kemudian memberikan sentuhan bordir bermotif bunga dengan warna marun, merah, dan tembaga. Pendekatan tersebut membuat kain tampil lebih hidup sekaligus tetap mempertahankan karakter dan penggunaan pewarna alam khasnya.

Filosofi daripada kain tersebut sebenarnya adalah lebih dari kegelapan akhirnya muncul keterangan. Jadi, dari sesuatu yang mati suri akhirnya timbul ke permukaan dengan warna-warna yang cerah,” jelas Defrico.

Ia berharap kolaborasi berlanjut melalui pelatihan dan pendampingan pengrajin serta pencarian talenta desainer baru dari Brebes.

JFW 2026 yang memasuki penyelenggaraan ke-21 mengusung tema Roots to Resonance, Beyond dan berlangsung selama empat hari di JEC. Gelaran tersebut mempertemukan kekayaan budaya lokal dengan perkembangan industri fashion, melibatkan 164 desainer, 114 model, 20 finalis Jogja Fashion Designer Competition, serta 132 booth IKM. Selain fashion show dan pameran, JFW 2026 juga menghadirkan Fashion Talk mengenai perkembangan industri fashion dan peluang pengembangannya.(Fauzi/Hms)

Share :

Baca Juga

Artikel

Palang Merah lndonesia(PMl) Kabupaten Tegal Menyalurkan bantuan Berbentuk Sembako Dan Mie lnstan

Artikel

Babinsa Koramil 0830/02 Semampir Latih Paskibra Pelajar SMP

BERITA UTAMA

Sat Binmas Lakukan Sambang Dan Berikan Himbauan Kamtibmas Kepada Masyarakat

BERITA UTAMA

Satreskrim Polresta Sumenep Ungkap Kasus Pencurian Handphone, Tiga Orang Diamankan

Artikel

Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Wilkum Polsek Maliku

Artikel

Ciptakan Pemilu Aman dan Demokratis Bawaslu Gelar Apel Siaga

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 09/Kutowinangun, Warga Ngaku Senang Dapat Bantuan BLT DD

Artikel

Pastikan Kesiapan Pengamanan Mudik Lebaran, Polres Mojokerto Kota Gelar Latpraops Ketupat Semeru 2025