TUBAN — Di atas tatami, para atlet judo Tuban tidak hanya beradu teknik dan kekuatan. Ada semangat, keberanian, serta harapan yang ikut dipertaruhkan untuk membawa nama daerah ke panggung yang lebih tinggi.
Semangat itu terasa dalam Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Judo Tuban memperebutkan Piala Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Tuban. Ajang tersebut diikuti sekitar 75 atlet dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tuban.
Kejurkab dibuka langsung Ketua Umum PJSI Tuban, Kompol M. Sholeh, SH, MH, MM. Bagi PJSI Tuban, kejuaraan ini bukan sekadar mencari siapa yang menjadi juara, tetapi menjadi ruang bagi para atlet untuk mendapatkan pengalaman, mengukur kemampuan, sekaligus terus bertumbuh.
“Kejurkab Tuban menjadi bukti konsistensi pembinaan judo di Tuban dan menjadi bagian dari harapan menuju Porprov Jatim yang akan digelar di Surabaya,” ujar Kompol M. Sholeh.
Di balik pertandingan, ada proses panjang yang dijalani para atlet. Latihan berulang, menjaga disiplin, belajar dari kekalahan, hingga keberanian untuk kembali berdiri setelah terjatuh menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Karena itu, setiap pertandingan di Kejurkab menjadi pengalaman berharga. Bagi atlet yang menang, ada kepercayaan diri yang tumbuh. Sementara bagi mereka yang belum berhasil, ada pelajaran untuk kembali berlatih dan mencoba lagi.
Kompol M. Sholeh yang kesehariannya bertugas sebagai Kasi Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Jatim berharap pembinaan judo di Tuban dapat terus berjalan secara konsisten.
Menurutnya, prestasi tidak lahir secara instan. Dibutuhkan proses, pembinaan yang berkelanjutan, serta dukungan dari berbagai pihak agar potensi atlet daerah dapat berkembang.
“Harapannya, dari Kejurkab ini muncul atlet-atlet potensial yang nantinya bisa mewakili dan membawa nama baik Tuban di tingkat Jawa Timur,” tuturnya.
Dari tatami sederhana di Tuban, mimpi itu perlahan dibangun. Bukan hanya tentang medali hari ini, tetapi tentang bagaimana anak-anak muda Tuban memiliki ruang untuk belajar berjuang, berdisiplin, dan suatu saat berdiri membawa nama daerah di panggung Porprov Jawa Timur.
(Anil)










