Home / BERITA UTAMA

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:11 WIB

Pesan Ir. Sudarusman: Besarkan Sekolah Muhammadiyah dengan Perbaikan Mutu, Marketing, dan Sinergi

Pesan Ir. Sudarusman: Besarkan Sekolah Muhammadiyah dengan Perbaikan Mutu, Marketing, dan Sinergi

Pesan Ir. Sudarusman: Besarkan Sekolah Muhammadiyah dengan Perbaikan Mutu, Marketing, dan Sinergi

TARGETNEWS.ID SURABAYA – Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Simokerto, Ir. Sudarusman, menyampaikan pesan strategis tentang pengembangan sekolah Muhammadiyah dalam acara silaturahmi dan rewarding kepala SMP Muhammadiyah se-Surabaya yang diselenggarakan SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK Mudisa), Selasa (13/10/2026), di Hotel Khas Surabaya.

Dalam pemaparannya, Sudarusman menegaskan bahwa membesarkan sekolah tidak cukup hanya mengandalkan promosi. Sekolah harus mampu menjaga kualitas layanan pendidikan, membangun kepercayaan masyarakat, serta memperluas jangkauan pemasaran secara terencana.

“Perbaiki produknya, kuatkan marketing-nya, dan perluas sebarannya. Ketiganya harus berjalan beriringan jika sekolah ingin tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” menjadi pesan utama yang disampaikannya.

Marketing Hebat Harus Diimbangi Kualitas Pendidikan

Berbekal pengalamannya selama beberapa periode menjadi kepala sekolah, Sudarusman mengajak para kepala sekolah Muhammadiyah belajar dari berbagai kondisi lembaga pendidikan, baik yang mengalami penurunan jumlah peserta didik, stagnasi, maupun pertumbuhan.

Menurutnya, sekolah yang mengalami penurunan jumlah peserta didik perlu mengevaluasi kesesuaian antara promosi dan kualitas layanan yang diberikan. Promosi yang menarik memang dapat mendatangkan calon peserta didik, tetapi apabila kenyataan yang dirasakan tidak sesuai dengan harapan, kepercayaan masyarakat bisa menurun.

Sebaliknya, sekolah yang memiliki kualitas pendidikan baik tetapi jumlah siswanya belum berkembang perlu memperkuat strategi pemasaran, komunikasi publik, dan jejaring dengan masyarakat.

“Marketing membuat masyarakat datang, tetapi kualitas membuat mereka bertahan dan merekomendasikan sekolah kita kepada orang lain,” demikian inti pesan Sudarusman.

Ia menekankan bahwa sekolah harus terus memperbaiki mutu pembelajaran, kompetensi guru, pelayanan kepada orang tua, pembinaan karakter, serta lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Perluas Jangkauan, Jangan Hanya Mengandalkan Lingkungan Terdekat

Sudarusman juga mengingatkan pentingnya memperluas sebaran calon peserta didik. Sekolah perlu memetakan asal peserta didik, sekolah asal, wilayah potensial, dan alasan orang tua memilih lembaga pendidikan tersebut.

Dengan data yang akurat, sekolah dapat mengetahui keunggulan yang paling diminati masyarakat sekaligus menentukan strategi promosi yang lebih efektif.

Ia membagikan pengalaman pengembangan sekolah yang pernah dipimpinnya. Menurutnya, pertumbuhan jumlah peserta didik tidak terjadi semata-mata karena promosi, tetapi melalui upaya menjaga kualitas pendidikan dan memperluas kepercayaan masyarakat dari berbagai daerah.

Baca juga  Sembari Pam Sholat Tarawih, Polresta Palangka Raya Atur Arus Lalu Lintas di Masjid Al-Azhar

Karena itu, sekolah Muhammadiyah tidak seharusnya membatasi pasar hanya pada wilayah terdekat. Setiap sekolah perlu mengenali potensinya, menyampaikan keunggulannya secara jujur, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.

Branding Bukan Sekadar Logo dan Gedung Megah

Dalam pembahasan tentang branding sekolah, Sudarusman menegaskan bahwa setiap sekolah perlu mempertahankan kekhasan yang menjadi identitasnya.

Menurutnya, perubahan logo, seragam, nama, atau tampilan gedung tidak otomatis meningkatkan daya tarik sekolah apabila tidak diikuti perbaikan kualitas pendidikan.

Sekolah harus memahami apa yang menjadi keunggulannya, siapa peserta didik yang ingin dilayani, serta nilai apa yang membedakannya dari lembaga pendidikan lain.

Ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang berorientasi pada peserta didik melalui konsep C3, yaitu cinta kepada siswa, cinta kepada proses belajar, dan cinta kepada keduanya.

Melalui pendekatan tersebut, guru dan pengelola sekolah diharapkan tidak hanya berfokus pada administrasi dan target penerimaan murid, tetapi juga memastikan setiap peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermakna dan kesempatan berkembang sesuai potensinya.

Pimpin Sekolah dengan Data, Bukan Sekadar Asumsi

Sudarusman mengajak para kepala sekolah untuk membangun pola kepemimpinan berbasis data. Setiap keputusan strategis, menurutnya, harus didukung informasi yang akurat, analisis yang matang, pengalaman, kajian keilmuan, serta pemahaman terhadap regulasi dan perubahan lingkungan.

Ia juga mendorong pemimpin sekolah agar tidak terburu-buru menyalahkan individu ketika menghadapi masalah. Penurunan jumlah peserta didik, misalnya, perlu ditelusuri penyebabnya, mulai dari kualitas pembelajaran, pelayanan sekolah, strategi pemasaran, hingga perubahan kebutuhan masyarakat.

Setelah persoalan dipahami, sekolah perlu menyiapkan beberapa alternatif solusi, mempertimbangkan risiko, dan memilih langkah yang paling sesuai dengan kondisi lembaga.

Pendekatan tersebut penting agar persoalan yang sama tidak terus berulang tanpa penyelesaian yang mendasar.

Sekolah Muhammadiyah Harus Saling Menguatkan

Pesan penting lainnya adalah perlunya memperkuat sinergi dan mengurangi ego sektoral di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.

Sudarusman mengingatkan bahwa keberhasilan satu sekolah dapat menjadi kekuatan bagi sekolah Muhammadiyah lainnya. Karena itu, lembaga pendidikan yang telah berkembang perlu membuka ruang berbagi pengalaman dan praktik baik, sementara sekolah yang sedang menghadapi tantangan perlu mendapatkan dukungan untuk terus bertumbuh.

Baca juga  Awali 2026 dengan Semangat Baru, Kapolres Pulang Pisau Pimpin Apel Perdana: Jadilah Pelayan Masyarakat yang Humanis

Ia juga menekankan pentingnya hubungan yang konstruktif antara penyelenggara pendidikan dan kepala sekolah. Pembicaraan mengenai pengembangan lembaga semestinya tidak hanya berfokus pada kemampuan keuangan, tetapi juga diawali dengan memahami kebutuhan sekolah agar dapat berkembang.

Di sisi lain, sekolah harus bertanggung jawab dalam mengelola anggaran, menjaga transparansi, dan memastikan setiap dukungan digunakan secara tepat.

Dampingi Siswa Memilih Masa Depan

Dalam konteks hubungan SMP dan SMK Muhammadiyah, Sudarusman turut mengingatkan pentingnya pendampingan bagi siswa kelas IX dalam menentukan pendidikan lanjutan.

Sekolah perlu memberikan informasi yang memadai mengenai pilihan SMA dan SMK, program keahlian, minat dan bakat, serta peluang pendidikan dan karier setelah lulus.

Pilihan pendidikan tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan kebiasaan atau dorongan sepihak. Peserta didik perlu dibimbing agar dapat memilih jalur yang sesuai dengan potensi, minat, kemampuan, dan cita-citanya.

Dengan demikian, sinergi antara SMP dan SMK Muhammadiyah tidak hanya mendukung keberhasilan SPMB, tetapi juga membantu peserta didik memperoleh arah pendidikan yang lebih tepat.

Membangun Sekolah Unggul dan Berkemajuan

Melalui pemaparannya, Sudarusman mengajak seluruh kepala sekolah Muhammadiyah untuk terus belajar, berani berinovasi, meningkatkan profesionalisme, serta menjaga semangat pengabdian.

Baginya, sekolah yang hebat bukan sekadar sekolah yang memiliki banyak peserta didik atau dikenal luas masyarakat, melainkan sekolah yang mampu menjaga mutu, memberikan pelayanan terbaik, dan menghadirkan manfaat nyata bagi peserta didik serta lingkungan sekitarnya.

“Jangan membesarkan sekolah dengan melemahkan sekolah lain. Besarkan sekolah kita dengan meningkatkan kualitas, memperluas manfaat, dan menguatkan seluruh jaringan pendidikan Muhammadiyah,” menjadi pesan yang relevan bagi pengembangan pendidikan Muhammadiyah ke depan.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat silaturahmi dan rewarding yang digelar SMK Mudisa, yakni merawat kemitraan, memperkuat kolaborasi, dan membangun ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang saling mendukung demi kemajuan bersama.

Share :

Baca Juga

Artikel

Gubernur Bengkulu dan Sejumlah Pejabat Terjaring OTT KPK

BERITA UTAMA

Komandan Kodim 0706/Temanggung Letkol Inf Sriyono SIP kunjungi Koramil 04/Ngadirejo

Artikel

Berbagi dan memberi tidak akan pernah merugi, meskipun kita sedang kekurangan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto

Artikel

Komandan Korem 031/Wira Bima, menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2025

Artikel

Sampaikan Imbauan Kamtibmas Kepada Masyarakat oleh Personel Polsek Maliku

Artikel

Bhabinkamtibmas Sambangi Warga sekaligus Sisipkan Pesan Kamtibmas

BERITA UTAMA

Polsek Banama Tingang 1×24 Jam Siap Melayani Masyarakat.

BERITA UTAMA

Polsek Maliku Laksanakan KRYD di Wilayah Hukumnya