Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / NASIONAL / TNI-POLRI / Uncategorized

Jumat, 13 Januari 2023 - 09:23 WIB

Bupati Umi Minta Cacaban Culture Festival Masuk Kalender Wisata Tahunan

Kedungbanteng – Dinilai mampu memperkuat citra kawasan Waduk Cacaban sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus melestarikan kesenian dan budaya lokal, Bupati Tegal Umi Azizah minta penyelenggaraan Cacaban Culture Festival (CCF) digelar rutin setiap tahunnya dan masuk ke dalam kalender event wisata tahunan Kabupaten Tegal.

Hal tersebut disampaikan Bupati Umi saat membuka acara CCF 2022 yang dipusatkan di dermaga objek wisata Waduk Cacaban, Jumat (30/12/2022).

Menurutnya, penyelenggaraan CCF oleh komunitas seniman dan budayawan yang sempat terhenti selama pandemi lalu terbukti mampu menarik minat masyarakat. Selain wisatawan yang datang khusus menikmati acara hiburan seni dan budaya, peserta tari massal yang melibatkan anak sekolah juga mengikutsertakan keluarganya untuk datang dan berkunjung ke objek wisata air terbesar di Kabupaten Tegal ini

“Mudah-mudahan, ini (CCF) tidak saja menghibur, tapi siapapun yang menyaksikannya juga bisa memaknai esensi pelestarian budaya masyarakat lokal Kabupaten Tegal yang kaya akan tradisi, adat istiadat, dan kesenian tradisionalnya,” kata Umi.

Baca juga  Bantuan Pemerintah, Bagian Dari Komitmern Sejahterakan Masyarakat

Seiring pesatnya perkembangan seni kontemporer yang mendominasi ruang-ruang publik, ruang media sosial, Umi berharap upaya pelestarian seni budaya lokal tidak lantas ditinggalkan. Seni dan budaya lokal harus terus dilestarikan, dikembangkan dan dikemas makin menarik.

“Tantangan pelestarian budaya ini bukan hanya pada soal penyelenggaraan pertunjukan seni tradisinya saja yang peru diintensifkan, tapi juga bagaimana mengemasnya menjadi tontonan yang menarik, sehingga lebih mudah masuk dan diterima publik, terutama generasi muda,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Umi pun meminta perangkat daerah pengampu, budayawan, pelaku seni dan generasi muda untuk terus menumbuhkan kecintaannya pada budaya lokal.

“Terus semangati anak-anak kita, ajak dan kenalkan mereka pada seni tari endel, sintren, kuntulan dan sebagainya demi menjaga dan merawat warisan budaya tak benda ini,” ujarnya.

Baca juga  melalui mobil Pos Polisi keliling personil Satbinmas sosialisasi nomor call center Polisi dan aplikasi pelayanan pengaduan Polres Pulpis.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia CCF 2022 Suharno atau yang akrab dipanggil Ki Sengkek mengungkapkan jika acara ini telah dipersiapkan pihaknya sejak enam bulan lalu.

“Kami, para seniman juga budayawan mempersembahkan karya terbaik kami untuk menyongsong tahun baru, sekaligus mempopulerkan objek wisata Cacaban yang tidak hanya dikenal karena pesona alamnya saja yang elok, tapi juga atraksi seni budaya Kabupaten Tegal,” ujar Ki Sengkek.

Ia pun berharap, melalui event semacam ini seniman dan budayawan khususnya di Kabupaten Tegal semakin kompak dan bersatu dalam memajukan dan melestarikan budaya Kabupaten Tegal.

Acara yang berlangsung selama dua hari, dari Jumat (30/12/2022) siang hingga Sabtu (31/12/2022) malam dimeriahkan persembahan tari endel massal, tari sakraleng benggala cacaban, pentas musik akustik dan lagu-lagu Tegalan, dan wayang santri dengan dalang Ki Haryo Enthus Susmono. (Fauzi)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Cegah Kriminalitas Anggota Polsek Gelar KRYD.

BERITA UTAMA

Personil Satbinmas Lakukan Sosialisasi mobil pos polisi keliling dan no call center Polisi di Wilkum Polres Pulpis

BERITA UTAMA

Melalui Patroli Rutin Polsek Maliku Ajak Masyarakat untuk Jaga Kamtibmas

BERITA UTAMA

Pemberdayaan Generasi Muda HST, Melalui Sosialisasi Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa

BERITA UTAMA

Bripka Alamsyah Berikan Himbauan Kamtibmas Perairan

BERITA UTAMA

Perusahaan Pelayanan Haji & Umroh PT.Elaf Almashaer Pontianak Resmikan Penempatan Kantor Barunya. Ust.Taufiqurrahman: ” Akan Berikan yang Terbaik”

Uncategorized

Personel Polsek Maliku Laksanakan Operasi Kryd Ciptakan Kamtibmas Kondusif

Uncategorized

Cegah Terjadinya Kejahatan,Personil Polsek Kahayan Kuala patroli KRYD