KOTA BATU,Targetnews.id – Sejumlah 13 Kepala Desa menghadiri Pemkot Batu untuk klarifikasi pada Pemkot Batu terkait dengan adanya tambahan dana Rp.2 milyar dari perubahan anggaran keuangan (PAK) 2024. Audensi sejumlah 13 Kepala Desa itu, diterima langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendakuan Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) kota Batu, Ririk Mashuri ruang rapat kerja, Senin (23/9/24).
Pertemuan yang sifatnya mendadak oleh 13 Kepala desa dan Kadis Ririk Mashuri, untuk melakukan audensi dan klarifikasi masalah tambahan dana 2 Milyar khusus untuk penanganan sampah di seluruh 19 desa di kota Batu. Hal itu atas dasar instruksi dari Pj,Walikota Batu, Aries Agung Paewai, agar penanganan sampah di seluruh desa bisa maksimal,paska di tutupnya TPA Tlekung.
” Maka kami selaku pemerintahan desa yang langsung berinteraksi dengan masyarakat, maka persoalan sampah di seluruh desa merupakan tanggung jawab bersama. Jadi pemerintah desa tidak bisa hanya di support dana saja. Tapi hal penanganan sampah perlu pendampingan yang serius,baik dari Pemkot Batu,dinas pengampu,bahkan juga bisa pendamping dari akademisi atau pihak lain yang sudah sukses menangani sampah,”papar Wiweko.
Yang terpenting tujuan kami bersama 13 Kepala desa dari 19 desa yang ada di kota Batu, menemui Kepala dinas (DP3AP2KB) meminta kejelasan dan secara detail terkait pembagian dana tambahan 2 milyar, yang hanya menyisakan 7 Desa yang tidak bisa menerima dana tambahan tersebut. Untuk itu kami hadir untuk memohon pada dinas pengampunya, agar tuntutan kami dari 7 desa itu bisa masuk daftar dana tambahan.
“Memang dikatakan oleh Ririk Mashuri, terkait 7 desa yang tidak bisa menerima dana tambahan itu,dasarnya desa tersebut penyerapan anggaranya masih belum bisa mencapai 50% dari ketentuan yang sudah di tetapkan sesuai regulasi yang ada. Karena hal itu menjadi keinginan Pemkot Batu,agar penanganan sampah di desa-desa akan bisa maksimal,”seperti yang di sampaikan Ririk Mashuri pada Wiweko.
Disinyalir muncul data tambahan aggaran tambahan 2 milyar yang hanya untuk 12 desa, awalnya ada tiga opsi rumusan perhitungan nilai besaran dana tambahan yang sudah disampaikan pada 12 desa dan sudah masuk pada rekening desa masing-masing. Dari jumlah besarnya tidak sama mulai dari Rp.100 Juta sampai 200 juta per desanya.
“Dasarnya lagi dinas pengampu seperti DP3AP2KB, DLH dan BKAD, tambahan itu juga berdasarkan nilai besaran serapan anggaran masing-masing desa di Sekuedes melalui data Online. Kehadiran 13 Kades ini intinya disambut positif oleh Ririk Mashuri,dan akan di tindak lanjuti secepatnya bersama Pj.Walikota,Sekda,BKAD, agar ada solusi yang tepat supaya 7 desa ini agar bisa mendapatkan dana tambahan yang sesuai komposisi fakta di lapangannya,”ujar Wiweko atas info dari Ririk Mashuri.
Maka dari hasil musyawah bersama 13 Kepala desa dan Kadis Pemberdayan yang hadir di Pemkot Batu, memperoleh jawaban bahwa Pemkot Batu akan secepatnya untuk menyelerasikan usulan dari 7 desa yang belum menerima dana tambahan. Untuk di minta menunggu satu dua hari ini, sudah ada jawaban dari Pemkot Batu yang sesuai harapan semua sejumlah 19 desa. Untuk bisa disama ratakan dana tambahan yang menjadi krisis kepercayaan di mata Kepala desa se Kota Batu.
“Ketika hal ini pihak Pemkot Batu dari dinas pengampunya tetap tidak bisa memenuhi permintaan Kepala desa, Maka teman-teman 19 Kepala desa kemungkinan rencana akan menolak dana tambahan senilai 2 miliar tersebut. Semoga persoalan ini pihak Pemkot Batu agar bisa memberikan kebijakan terbaik demi penanganan sampah di desa bisa terkendali,”pungkasnya.
Terkait dengan persoalan ini pihak Kepala Dinas DP3AP2KB berusaha di hubungi oleh Targetnews.id, tetapi dia (Ririk Mashuri) ketika di hubungi berkali – kali melalui WhatsApp nya, bernada dering. Tetapi yang bersangkutan (Ririk Mashuri) tidak meresponya, hingga berita ini diturunkan.
Pewarta : (Wanto)