Pontianak TargetNews.id Wakil Ketua KPK TIPIKOR Kalbar Andi Yanto mengungkapkan kekesalannya dan menyoroti masalah upaya pemerasan dan pengancaman dengan modus penutupan bandara saat penumpang dijemput pada tanggal 3 Juli 2024 Malam, yang viral dimedia sosial dan banyak mendapat perhatian pengamat dan praktisi hukum dikalbar dan Nasional.
Menurut Andi, Hal demikian harus menjadi prioritas bagi pihak kepolisian untuk membuktikan komitmen dan keseriusannya dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jasa bandara Supadio.
“Masalah yang dialami seorang advokat bernama Chandra Kirana,istri dan anak yang datang menjemputnya dibandara bukan saja kali ini terjadi,hal ini dapat dilihat dari komenter netizen di Sosmed IG yang mengomentari video saat kejadian,banyak yang mengatakan pernah alami hal yang sama”, ujarnya kepada awak media Jumat (12/7/24)
Andi juga mengatakan., Harapan Netizen di Sosial media agar pelaku premanisme dan yang membuat keributan diwilayah otoritas objek vital seperti bandara supadio agar diproses hukum,untuk memberikan efek jera.
Lanjut. Pihak pengelolah bandara Supadio dalam hal ini juga harus bertanggung jawab bersama polsek KP3U bandara,untuk memperbaiki pelayanan dalam meningkatkan keamanan bandara sesuai fungsi tugasnya. Kejadian dimalam 3 Juli 2024 dari jarak polsek KP3U yang tidak sampai 100 meter dengan lokasi kejadian terakhir setelah pintu terminal kedatangan tentunya akan menjadi preseden buruk dan merupakan upaya pelecehan yang di lakukan terhadap institusi kepolisian, tambahnya.
Ibarat kejahatan terjadi persis didepan hidung,tapi tidak bisa diantisipasi,tegas Andi mengakhiri.(reni)