NGERI SIAPA TANGGUNGJAWAB..? KPK Sebut Tannos Lolos Karena Red Notice Terlambat Terbit

Foto : NGERI SIAPA TANGGUNGJAWAB..? KPK Sebut Tannos Lolos Karena Red Notice Terlambat Terbit

Foto : NGERI SIAPA TANGGUNGJAWAB..? KPK Sebut Tannos Lolos Karena Red Notice Terlambat Terbit

TARGETNEWS.ID JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan buronan kasus dugaan korupsi KTP-el Paulus Tannos berhasil lolos karena “red notice” yang terlambat terbit.

“Paulus Tannos itu nasibnya sudah bisa diketahui, tapi memang ada kendala, yang bersangkutan red notice-nya penerbitannya terlambat,” kata Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto di Jakarta, Rabu (25/1)

Kepada Bergelora.com di Jakarta dilaporkan, Karyoto mengatakan seandainya “red notice” tersebut sudah terbit, Paulus Tannos bisa langsung ditangkap saat keberadaannya terlacak di Thailand.

“Kalau pada saat itu sudah yang bersangkutan betul-betul ‘red notice’ sudah ada, sudah bisa tertangkap di Thailand,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menerangkan pengajuan “red notice” Interpol terhadap Tannos telah dilakukan sejak lima tahun lalu. Namun, pengajuan itu ternyata belum terdaftar ke dalam sistem Interpol.

Baca juga  Perwira Batalyon Kapa 2 Marinir Tingkatkan Profesionalisme dan Skill Menembak Pistol

“Pengajuan DPO itu ‘red notice’ sudah lebih dari lima tahun, ternyata setelah dicek di Interpol belum terbit. Kita enggak tahu apa sebabnya, apakah karena ada kesalahan upload dan lain-lain, kita enggak tahu,” ujarnya.

Namun dia memastikan pihak KPK sudah memperbaiki kekurangan tersebut sehingga kedepannya proses penerbitan “red notice” bisa lebih cepat.

“Kemarin sudah kita perbaiki semua. Mudah-mudahan yang sudah ditetapkan sebagai DPO akan secara otomatis pada waktunya akan terbit ‘red notice’ secara internasional dari Interpol Lyon,” katanya.

Foto : NGERI SIAPA TANGGUNGJAWAB..? KPK Sebut Tannos Lolos Karena Red Notice Terlambat Terbit

Paulus Tannos diketahui telah masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) KPK terkait kasus dugaan korupsi pengadaan KTP-el.

Baca juga  Terus Berikan Himbauan Kamtibmas Personil Satbinmas, sambangi petugas SPBU

Yang bersangkutan pada 13 Agustus 2019 telah diumumkan sebagai tersangka dalam pengembangan kasus korupsi KTP-el.

Paulus Tannos juga diduga lakukan pertemuan untuk membahas pemenangan konsorsium PNRI dan sepakati “fee” sebesar 5 persen sekaligus skema pembagian beban “fee” yang akan diberikan kepada beberapa anggota DPR RI dan pejabat pada Kemendagri.

Sebagaimana telah muncul di fakta persidangan dan pertimbangan hakim dalam perkara dengan terdakwa Setya Novanto, PT Sandipala Arthaputra diduga diperkaya Rp145,85 miliar terkait dengan proyek KTP-el tersebut.(@Abi Gila)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Personel Satbinmas Polres Pulang Pisau sambang pedagang pantau harga sembako

Artikel

Gunakan Spanduk Himbauan Ajak Jaga Situasi Kamtibmas Agar Kondusif

Artikel

Jembatan Perintis Garuda di Desa Mangkusip Masuki Tahap Finishing, Segera Dimanfaatkan Warga

Uncategorized

Berikan Kemudahan, Satlantas Polres Pulang Pisau Gelar Pelayanan SIM Keliling

Artikel

Satreskoba Polres Sampang Bersama Polsek Ketapang Ringkus Dua Kurir Narkotika Sabu–Sabu Seberat 218,29 Gram di Ketapang

Artikel

Anggota Satlantas Polres Pulang Pisau, Memberi Teguran Kepada Pengemudi Yang Tidak Menggunakan Sabuk Pengaman dengan baik

BERITA UTAMA

Ketua Pimpinan DPW LSM GNRI (Gerakan Nawacita Republik Indonesia ) Jawa Timur melantik Pengurus DPD LSM GNRI Kabupaten Sidoarjo

Artikel

Wabup Katamso Hadiri Haul Akbar Sulthonul Aulia Syekh Abdul Qadir Al-Jailani yang diselenggarakan oleh majelis taklim Al-Hidayah