Toboali |Seorang bos Timah berinisial Acau diadukan ke Mapolres Basel. Acau diadukan Sukarto alias Toto alias Abdul, seorang jurnalis media Aktualonline.co.id atas perlakuan yang mencemarkan hari baik HPN 2023 dengan penganiayaan dan pengancaman.
Dalam keterangannya kepada wartawan, pria yang akrab disapa Abdul atau Toto ini mengaku, saat kejadian dirinya sedang berada di rumah AC dalam kepentingan konfirmasi pemberitaan.

Menurut pengakuan Abdul, penganiayaan yang dialaminya berawal saat dirinya bersama seorang anggota ormas LMPI bernama Andi, mendatangi rumah AC pada Senin malam (6/2/23) di Toboali. Menurut pengakan Abdul, kedatangannya ditemani Andi tersebut bermaksud mengkonfirmasi sebagai bahan pemberitaan.
Awalnya kedatangan keduanya disambut baik oleh Acau, meski sempat dikejutkan oleh salakan anjing peliharaan Acau. Di rumah Acau tersebut, Abdul dan Andi dipersilahkan masuk dan kemudian ditawari miras.

“Kita disambut baik oleh AC, dan ditawari minuman beralkohol (miras). AC sendiri sepertinya sudah minum sejak siang. Jadi saat ditawari minum, saya dan Andi menolak, jadi kita hanya menemani saja hingga senin malam sekitar pukul 20.30 Wib,” kenang Abdul mengisahkan kepada wartawan pada Sabtu (11/2/23) siang.
Sekitar pukul 21.00 Wib, mendadak, Andi disuruh bos Acau ke mobil. Saat itu lah sikap Acau yang diduga sudah mabuk berat, berubah terhadap Abdul.
“Saya kurang senang sama kamu, karena kamu sok jago,” terang Abdul menirukan ucapan Acau kepada dirinya.
Sejurus kemudian Acau pun menuju dapurnya, dan kemudian keluar kembali menemui Abdul di ruang semula, sembari menenteng sebilah golok bersarung. Setelah itu Acau yang diduga sudah mabuk teriak sesumbar sembari menghunus golok ke arah Abdul.

Tak cukup mengacungkan golok terhunus tersebut, Acau pun kemudian melemparkan golok tersebut ke hadapan Abdul.
“Sayalah orang terkuat di Basel, ini lah orang nya Acau,” setelah itu dia melemparkan golok terhunus tersebut ke hadapan saya. Kemudian saya pinggirkan ke sudut atas meja, sambil bertanya apakah bos Acau sudah mabok,” jelas Abdul lagi sembari menirukan tingkah Acau.
Puncaknya, Acau yang masih mabuk dan terus masih marah terhadap Abdul lalu dia mendekati Abdul guna mengambil golok yang di letakkan Abdul di atas sudut meja. Di luar dugaan Abdul, tiba-tiba Acau langsung mengayunkan sarung golok tersebut dan menghantam kening Abdul. Sontak hantaman sarung golok tersebut melukai kening Abdul.
“Saya tidak suka orang seperti kamu. Sok pintar Kata AC kepada saya. Lalu dia mengambil golok yang dilempar ke hadapan saya tadi. Namun sarung goloknya dipukul ke kening saya, hingga mengakibatkan luka ini. Khawatir hal-hal yang tidak diinginkan, saya pun akhirnya lari dan menjauh,” terang Abdul sembari memperlihatkan keningnya yang terluka.
Masih belum puas, Acau pun berteriak mencegah sembari mengancam agar Abdul dan Andi tidak kabur.
“Kalian jangan kabur, kalau kalian kabur akan aku habisi kalian. Temani saya minum. begitu ancaman AC kepada saya dan Andi,” timpal Abdul.

Tak terima atas perbuatan penganiayaan tersebut, Abdul pun melaporkan penganiayaan yang dialaminya ke Mapolres Bangka Selatan. Abdul pun sudah membawa bukti visum dari Pusyandik Toboali saat melaporkan kekerasan yang dialaminya ke polisi.
“Kedatangan saya dalam kepentingan profesi saya sebagai wartawan. Saya berniat mengkonfirmasi dan mendapatkan beberapa data untuk pemberitaan. Dan itu jelas wajib saya lakukan karena menyangkut kode etik jurnalistik. Namun yang saya alami justru kekerasan. Jelas saya ingin pihak Polres Basel mengusut ini atas dugaan pelanggar UU No 40 tahun 1999,” kata Abdul.

“Ini sebuah ancaman bagi kehidupan pers, khususnya di Babel. Jika tidak direspon, saya akan membawa permasalahan ini ke Mabes Polri, Dewan Pers dan Komnas HAM. Jelas sekali ini menciderai dunia Pers tepat saat kita sedang merayakan Hari Pers Nasional tahun ini,” tegas Abdul.||| Kyt










