SURABAYA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Simolawang, Surabaya, berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Keluarga besar Samsul Arifin bersama warga dan sejumlah rekan menggelar doa, salawat, serta zikir bersama di kediamannya, Simolawang II Barat 88G, Minggu malam (20/9/2026).
Bukan sekadar agenda keagamaan, kegiatan yang dimulai selepas salat Isya sekitar pukul 19.00 WIB tersebut menjadi ruang pertemuan keluarga, tetangga, dan sejumlah sahabat untuk memperkuat tali silaturahmi.
Sejak sore, kediaman Samsul mulai ramai oleh kedatangan anggota keluarga dan kerabat. Warga sekitar kemudian turut bergotong royong mempersiapkan kebutuhan acara setelah salat Magrib.

Sejumlah rekan dari kalangan media juga hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ali Saputra dari Informasirealita.net, Seiri dari Beritawarga.net, Moch Fuad dari Radartempo.id, serta Achmad Bunadiono Al-Aqshor, S.H., atau Habib Gila, Pimpinan Umum Targetnews.id.
Nuansa religius semakin terasa ketika jamaah mengikuti pembacaan salawat yang dipimpin Ustadz Arif, tokoh agama setempat. Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan zikir bersama yang diikuti keluarga dan warga dengan penuh kekhusyukan.
Samsul Arifin yang juga Pimpinan Redaksi Sindoraya.com mengatakan, Maulid Nabi menjadi agenda rutin keluarganya setiap tahun. Namun, menurut dia, nilai penting kegiatan tersebut justru terletak pada kesempatan untuk mempertemukan keluarga dan masyarakat dalam suasana kebersamaan.
“Maulid Nabi ini menjadi momentum bagi kami untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan, baik dengan keluarga maupun tetangga. Di tengah kesibukan masing-masing, kesempatan untuk berkumpul seperti ini tentu sangat berarti,” kata Samsul.
Ia menambahkan, peringatan Maulid juga semestinya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Keteladanan Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat menjadi pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
“Selain berkumpul, kita juga perlu mengambil teladan dari akhlak Rasulullah SAW dengan menjaga kerukunan, saling menyayangi, serta membiasakan diri untuk jujur dan amanah dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Usai salawat dan zikir, jamaah bersama-sama memanjatkan doa. Doa ditujukan untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan keluarga besar serta masyarakat Kampung Simolawang, termasuk harapan agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan keselamatan dan kedamaian.
Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan malam bersama. Suasana hangat pun terus terjaga hingga acara berakhir, memperlihatkan bahwa peringatan Maulid Nabi sekaligus menjadi ruang untuk merawat hubungan baik antara keluarga dan lingkungan sekitar.










