Home / BERITA UTAMA / DAERAH / NASIONAL / NEWS / TargetNews.id

Minggu, 16 Juli 2023 - 05:23 WIB

Terkesan Cengeng! Kadindik Jatim Patut Dievaluasi Mental Dan Attitudenya, Garad : Kami Diskusikan Dengan Tim Hukum

Foto : Hasil screenshot WA Kadindik Jatim

Foto : Hasil screenshot WA Kadindik Jatim

Surabaya, Terkesan cengeng, Aries Agung Paiwei Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang baru dilantik oleh Gubernur Khofifah beberapa minggu lalu tersebut nampaknya dianggap bukan sebagai sosok pengayom.

Hal itu ditengarai ketika adanya pemberitaan bernuansa kritik untuk PPDB online baru berdasarkan fakta yang didapat.

Yakni terkait adanya kegagalan pendaftaran siswa ber prestasi ke jalur zonasi, sehingga dikeluhkan orang tua.

“Saya minta bantuan barangkali ada petunjuk dan kita sodorkan bukti nilai kelulusan anak supaya ada pertimbangan, mengingat hingga saat ini anak kami tersebut belum mendaftar ke Sekolah Swasta karena keterbatasan biaya.” Ujar Achmad Garad saat diskusi bersama para pemimpin media online dan cetak di Jawa Timur dengan menunjukkan bukti chat wa nya. Sabtu (15/07/2023).

Namun, balasan Aries sungguh mencengangkan sekaligus dapat diasumsikan terkesan memberikan tuduhan.

“Wah jenengan sudah mengirim byk berita menjelekkan pemprov jatim terkait ppdb. skrg jenengan minta tolong apa ngga dipikir ta. skrg jenengan minta tolong ke saya. gimana saya mau tolong jenengan. jenengan sendiri2 jelek2an kami”

Baca juga  Tekan Angka Kecelakaan, Sat Lantas Tingkatkan Patroli Daerah Rawan Laka

“Jenengan kira kami enak2. kami bekerja keras supaya kami bisa bekerja dengan baik.”

“Kami sampai tidak tidur melayani ratusan org tua” Ujarnya Aries melalui nomor WhatsAppnya.

Hal ini bisa jadi, imbas dari pemberitaan yang beberapa waktu lalu viral di media online, terkait dengan judul “Jadi Ganjalan Prestasi Gubernur Jatim? Wali Murid Tak Paham Cara Lakukan PPDB Online, Anak Berprestasi Jadi Korban Kegagalan Sistem Zonasi”.

Dalam isi pemberitaan tersebut, yang telah terungkap fakta bahwa adanya keluhan masyarakat, yang di ungkap oleh Ketua LSM GARAD Indonesia. Akibat kegagalan zonasi.

“Berita tersebut, sebenarnya bentuk kritikan kinerja supaya lebih baik lagi. Mengingat persoalan PPDB ini kan juga banyak dikeluhkan.” Ungkap Achmad Garad.

Baca juga  Personel Polsek Maliku Sosialisasi Kepada Masyarakat Kecamatan Maliku

“Ya kalau kritikan dianggap menjelek-jelekkan, ya sangat lucu sekali. Apalagi kan kapasitasnya sebagai kepala Dinas. Kalau kita tidak meminta bantuan petunjuk ke dia, terus kemana?.” Imbuhnya.

“Seharusnya, kalau gak bisa ya jawab aja sesuai dengan kapasitasnya. Bukan ke ranah pribadi. Saya kan dalam pemberitaan kemarin mengatakan sesuai dengan aturan perundang-undangan dan kapasitas saya sebagai control sosial berdiskusi dengan control sosial masyarakat yang lain, antara lain para pemimpin media online dan cetak.” Tambahnya.

Dalam hal ini, Achmad Garad akan mengkaji balasan perkataan dari Aries selaku kepala dinas tersebut.

“Akan saya diskusikan dengan tim hukum, jika ada unsur, ya kami tidak segan menyeret hal ini ke ranah hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena pada jawaban yang kedua itu, menurut saya telah melakukan tuduhan seolah-olah saya menyudutkan yang bersangkutan.” Pungkasnya. (tim)

Foto : Hasil screenshot WA Kadindik Jatim

Share :

Baca Juga

Artikel

Kanit Binkamsa Sat Binmas Polres Pulang Pisau Sambangi kantor Bank BNI

Artikel

Kunjungan Kerja Danrem 071 Wijayakusuma ke Satuan Jajarannya : Membangun Sinergi dan Kedekatan

Artikel

Sat Lantas Polres Pulang Pisau Laksanakan Himbauan Kamseltibcarlantas Secara Humanis untuk Cegah Kecelakaan

Artikel

Polisi Kembali Tetapkan 2 Tersangka Baru Kerusuhan di Grahadi, Kapolrestabes Surabaya Tegaskan Bukan Bagian dari Aksi Mahasiswa

Artikel

HUT ke-79 TNI: Matra Fair Hadirkan Alutsista Terbaru untuk Masyarakat di Monas

Artikel

PROYEK PELEBARAN JALAN MENUJU STANDART

Artikel

Huang Renji Menabrak Dua Korban Kakak Beradik Hingga Tewas, Dituntut 1 Tahun Penjara

Artikel

Demi Keselamatan Bersama, Satlantas Polres Pulang Pisau Ingatkan Bahaya Muatan Berlebih