Lapis pondasi agregat adalah lapisan struktur yang berada di atas tanah/ sub grade yang berfungsi untuk memberikan daya dukung pada jalan sehingga permukaan jalan tetap dalam kondisi stabil. Pondasi memegang peranan penting dalam ketahanan suatu jalan. Sebagian besar kerusakan aspal jalan disebabkan karena lapis pondasi agregat tidak kuat dan tidak stabil.
Lapis Pondasi Agregat Kelas B
LPB adalah lapis pondasi agregat yang berada di atas tanah dasar/ subgrade. Tanah dasar di bawah LPB bisa berupa tanah asli maupun tanah timbunan dan galian. Lapis pondasi agregat kelas B ini merupakan campuran dari berbagai fraksi agregat.
Komposisi campuran agregat kelas B tergantung dari Job Mix Formula yang telah dibuat. Pembuatan JMF dimulai dengan berbagai pengujian material agregat antara lain pengujian berat jenis, CBR, uji kekerasan batu (abrasi), dan lain sebagainya.
Pelaksanaan agregat kelas B dilakukan setelah subgrade siap. Langkah-langkah pekerjaan agregat kelas
Lapis Pondasi Agregat Kelas A
Lapis pondasi agregat kelas A (LPA) adalah campuran agregat dengan berbagai fraksi.
dan material yang digunakan untuk pondasi perkerasan aspal maupun perkerasan beton. LPA berada di atas LPB.Pelaksanaan lapis pondasi agregat kelas A hampir sama dengan LPB.
Dilakukan setelah lapis pondasi agregat kelas B sudah selesai dikerjakan.
Proses pemecahan batu menjadi fraksi yang diinginkan menggunakan stone crusher.
Blending material pada fraksi 1, 2, 3, dan 4 sesuai komposisi JMF menggunakan alat blending plant atau menggunakan excavator maupun wheel loader.
Proses pemadatan menggunakan vibro roller. Pada saat pemadatan perlu menjaga kadar air, oleh karena itu perlu dilakukan penyiraman menggunakan truck water tank.
Lapis Pondasi Agregat Kelas S
Lapis pondasi agregat kelas S adalah perkerasan berbutir yang digunakan sebagai bahu jalan.
Bahu jalan terletak di tepi kanan dan kiri badan jalan. Biasanya lebar agregat kelas S 1,5 – 2 m dan tebal 15 cm.
Campuran yang digunakan untuk membuat LPS tergantung dari JMF yang telah dibuat.
Pelaksanaan lapis pondasi agregat kelas S biasa dilakukan setelah perkerasan aspal AC-WC.
Material agregat S di atas LPB pada bahu jalan.
Proses pemecahan batu menjadi fraksi yang diinginkan menggunakan stone crusher.
Blending material mulai dari fraksi 1 dan 2 sesuai komposisi JMF.
Blending bisa menggunakan alat blending plant. Jika tidak tersedia blending bisa menggunakan excavator maupun wheel loader.
Proses pemadatan menggunakan alat berat vibro roller. Pada saat pemadatan perlu menjaga kadar air. Oleh karena itu perlu dilakukan penyiraman menggunakan truck water tank.
Pengujian ketebalan LPS atau tes spit.
Pengujian kepadatan agregat menggunakan metode sand cone. Tingkat kepadatan sampai 100%.
Pengujian CBR lapangan dan CBR laboratorium dengan nilai CBR minimal 50%.
Proses pelaksanaan pondasi agregat harus benar-benar dilakukan sesuai dengan prosedur karena sangat berpengaruh terhadap kualitas badan jalan.
Proyek pengaspalan jalan yang sekarang dalam pengerjaannya didesa Mlajah yang dikerjakan oleh CV Prabu Alam di
Bangkalan Madura didiindikasi tidak memenuhi SOP yang berlaku dan juga tidak mengutamakan mutu dan kwalitas.
Dalam pengerjaanya hingga kini kondisi jalan aspal yang tidak optimal dan pengerjaannya.
Butiran batu kerikil yang tercecer serta mengganggu pengguna jalan dari pantulan batu tersebut.
Team Awak media segera menindak lanjuti ke APH ( Aparat Penegak Hukum ) serta Instansi terkait,
dan telah menghubungi via Whatsappnya kepada pihak kontraktor CV Prabu Alam namun tidak ada respon serta tanggapan untuk dikonfirmasi hingga ditayangkannya berita ini.
( limbat )










