Home / Uncategorized

Kamis, 7 September 2023 - 00:26 WIB

Pengurus NU Dilarang Gunakan Jamiyah untuk Politik Praktis

 

Peringatan keras disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf bagi para pengurus NU di semua tingkatan agar tidak membawa-bawa organisasi NU untuk kegiatan politik dan politik praktis. Gus Yahya pun tak segan-segan memberikan sanksi bagi yang melanggarnya.

“Kalau ada pengurus NU kemudian menggunakan lembaga NU untuk kegiatan politik, politik praktis, langsung kita tegur,” kata Gus Yahya di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (04/09/2023) malam usai mengantar surat undangan Munas dan Konbes NU 2023 untuk Presiden Jokowi.

Gus Yahya menyebut sudah ada contoh sanksi yang dijatuhkan. Dia menyebut ada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU di tingkat kabupaten yang ditegur karena memakai kantor untuk deklarasi capres. Sebaliknya, Gus Yahya mempersilakan bagi para pengurus untuk mendukung capres-cawapres atas nama pribadi, tidak membawa-bawa organisasi NU.

Baca juga  Bhabinkamtibmas dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Petuk Katimpun

Sebelumnya, Gus Yahya menegaskan bahwa tidak ada capres dan cawapres atas nama NU. Komitmen PBNU untuk menarik diri dari politik praktis ditegaskan Gus Yahya sejak terpilih sebagai Ketua Umum PBNU. Ia tak mau PBNU sibuk ikut berkompetisi dalam pemilu dan pilpres.

Gus Yahya ingin PBNU fokus membantu masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Yahya juga meminta tak ada pihak yang menarik-narik PBNU ke dalam pertarungan politik. “Jangan ada calon mengatasnamakan NU. Kalau ada calon, itu atas nama kredibilitasnya, atas nama perilakunya sendiri-sendiri. Bukan atas nama NU,” ucap Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (02/09/2023) lalu.

Baca juga  Urip: Saya Siap Terima Kritik Demi Kemajuan Brebes

Secara struktural, kata Gus Yahya, NU maupun kiai-kiai NU juga tidak akan memberikan dukungan kepada capres dan cawapres tertentu. “Kalau ada klaim, kiai-kiai NU merestui itu sama sekali tidak betul. Selama ini tidak ada pembicaraan terkait calon presiden atau calon wakil presiden,” kata Gus Yahya.

Kalau pun ada warga NU yang ingin mencalonkan diri; Gus Yahya mempersilakan untuk bisa berjuang lewat partai politik bukan lewat NU. “Orang tahu NU ini punya warga banyak sekali. Survei Alvara 52,9 persen populasi muslim Indonesia mengaku NU,” kata dia. (Anil)

Share :

Baca Juga

Artikel

Siap Mengamankan Pengesahan Warga PSHT Polres Pasuruan Gelar Apel Gabungan

Uncategorized

Dimusim kemarau Personil Satbinmas polres Pulpis Aktif melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang pencegahan Karhutla

Uncategorized

Sambangi warga di kebun Personil Satbinmas sosialisasi tentang karhutla dengan Spanduk

Uncategorized

Berikan Rasa Aman, Polsek Maliku Patroli Malam ke Daerah Pemukiman Warga

Artikel

Dewan Pakar Forum Pers, Independent Indonesia Hadiri Sholat Jumat Berjamaah di Lapas Warungkiara

BERITA UTAMA

BABINSA MELAKSANAKAN KOMSOS DENGAN PERANGKAT DESA DI WILAYAH BINAANNYA

Uncategorized

Personel Satlantas Polres Pulang Pisau Tegur Pengendara Tak Pakai Helm

Uncategorized

Tingkatkan Sinergitas, Jum’at Curhat Kapolresta Palangka Raya dengan BNI