Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / TNI-POLRI / Uncategorized

Jumat, 11 Oktober 2024 - 20:12 WIB

HYU : Saatnya Anak Tabi Dan Saireri Memimpin Provinsi Papua, BTM – YB Jadi Pilihan Terbaik

HYU : Saatnya Anak Tabi Dan Saireri Memimpin Provinsi Papua, BTM - YB Jadi Pilihan Terbaik

HYU : Saatnya Anak Tabi Dan Saireri Memimpin Provinsi Papua, BTM - YB Jadi Pilihan Terbaik

 

Tokoh Nasional Papua Hendrik Yance Udam Dukung BTM – YB Terpilih Jadi Gubernur-Wakil Gubernur Papua

HYU : Pilihan Terbaik Rakyat Propinsi Papua Adalah Benhur Tomy Mano (BTM) dan Yermias Bisay (YB)

Jayapura – Pemilihan Gubernur Provinsi Papua sudah semakin cepat atau tinggal sekitar satu bulan lagi. Dimana akan berlangsung pesta demokrasi tepat pada 27 November 2024 di hari waktu coblosan.

Hendrik Yance Udam tokoh nasional yang juga adalah tokoh politik anak Tabi menyatakan mendukung pasangan calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Papua. Yaitu Dr. Benhur Tomy Mano (BTM) – Yermias Bisay (YB). Kata pria yang disapa HYU ini BTM-YB merupakan dua putra terbaik Papua asal Tanah Tabi dan Tanah Saireri.

“Sudah saatnya anak asal Tabi dan anak asal Saireri memimpin Provinsi Papua.  BTM – YB. Keduanya bisa menjadi Pilihan Terbaik pada Pilkada 27 November 2024 mendatang,” ujar Hendrik Yance Udam dalam keterangan persnya, Jumat (11/10/2024) di salah satu hotel Papua.

HYU menjelaskan, BTM dan YB merupakan pasangan terbaik dan menjadi pilihan terbaik untuk menjadi Gubernur dan wakil Gubernur papua. Kedua tokoh tersebut adalah representatif masyarakat adat Tabi dan adat Saireri di Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua.

Baca juga  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Brebes menerima Kirab Pemilu 2024

“Dari sisi kapasitas pendidikan, kapabilitas, kemampuan dan integritas keduanya sudah mumpuni. Keduanya sudah lama berjuang untuk masyarakat Papua dan orang-orang yang memiliki kepedulian sosial,” ucapnya.

Lanjut HYU menjelaskan, saat ini kebijakan politik negara sudah memberikan ruang ruang politik yang sangat luas bagi suku suku orang asli papua. Yang mana mendiami 7 wilayah adat di Tanah Papua dengan menjadikan Tanah Papua menjadi 6 Provinsi.

“Pemekaran Propinsi Papua dipandang baik oleh negara, sebab negara melihat bahwa kalau papua satu provinsi saja berpotensi konflik yang sangat tinggi. Bahkan dapat mengganggu stabilitas keamanan dan politik di Tanah Papua, serta mengancam keamanan nasional,” jelasnya.

HYU memberikan contoh, saat Yaap Salossa memimpin Provinsi Papua, maka semua anak anak sorong yang mendominasi pemerintahan. Begitu pula Barnabas Suebu menjadi Pemimpin Papua, maka semua anak anak sentani yang mendominasi pemerintahan.

Hal yang sama saat Lukas Enembe memimpin Papua maka semua anak anak gunung yang mendominasi pemerintahan. Demi mengurangi potensi konflik vertikal dan horizontal sesama warga Papua dan masyarakat nusantara, maka pemekaran solusinya.

“Suku suku yang mendiami 7 wilayah adatnya, untuk kembali membangun daerahnya dan menjadi pemimpin di daerah tersebut. Agar jangan ada satu suku yang mendominasi pemerintahan dan politik di satu provinsi. Atau suku yang kuat akan memakan suku yang lemah di daerah tersebut,” tandasnya.

Baca juga  Meningkatkan Keamanan Lingkungan, Personil Polsek Maliku Sosialisasikan tentang Kamtibmas Kepada Masyarakat Kecamatan Maliku

Kata HYU, saat ini wilayah adat Tabi dan Saireri sudah menjadi satu provinsi, maka wajib hukumnya anak Tabi dan Saireri harga mati harus menjadi pemimpin di Provinsi Papua.

“Untuk itu Doktor Benhur Tomy Mano dan Yermias Bisay SH yang adalah putra Terbaik Tanah Tabi dan Tanah Saireri sudah sangat siap menjadi Pemimpin Papua. Karena dua tokoh tersebut adalah merupakan pasangan yang sangat serasi dan elegan,” katanya.

Menurutnya, Dr. Benhur Tomy Mano berasal dari Tanah Tabi dan pernah menjadi Walikota Jayapura Provinsi Papua Dua Periode. Sedangkan Yermias Bisai dari wilayah adat Saireri yang juga pernah menjadi Bupati dua Periode di Kabupaten Yapen Provinsi Papua.

“Saya serukan kepada masyarakat adat Tanah Tabi dan masyarakat Adat Tanah Saireri, serta masyarakat Nusantara yang mendiami dua wilayah adat ini  Jangan ragu memilih pasangan BTM-YB nomor urut satu untuk menjadi Gubernur Dan wakil Gubenur Provinsi Papua 2024-2029,” ajaknya.

“Kita jangan menjual hak kesulungan kita dengan sekeping uang perak dan secangkir kacang merah,” tambah HYU yang juga Ketua Umum Gercin Indonesia (Gercin Indonesia) mengakhiri pendapatnya. Fauzi

Share :

Baca Juga

Artikel

Komandan Kodim 0706/Temanggung Hadiri Penyerahan SK Penambahan Masa Jabatan Kepala Desa

Artikel

Danramil 07/Teluk Keramat Hadiri Lokakarya Mini Bidang Kesehatan Wilayah Binaan

Artikel

Ketua KAKI Jatim: Demi Kebaikan Bersama, Alangkah Baiknya Ormas dan Pihak Finance Berdamai

BERITA UTAMA

Pelaku UMKM Wajo mulai merambah Kota Makassar dan Jakarta

Artikel

Sinergitas Polisi bersama TNI di Kediri, Gelar Baksos Bantu Warga Terdampak Bencana Alam

Artikel

Apel Pengecekan, Sarpras Polsek Kahayan Hilir: Pastikan Kesiapan Ranmor dan HT

Uncategorized

Sambut HUT ke-78 TNI AL, Dandim 0830/Surabaya Utara Hadiri Program Kali Bersih Nasional

Artikel

KPU Brebes Gelar Sosialisasi Buka Pendaftaran Anggota PPK dan PPS