Lahan 205.890 m² di Rasau Jaya Memanas! Vonny Vs PT AAN, Ratusan Laskar Melayu Turun Tangan

Lahan 205.890 m² di Rasau Jaya Memanas! Vonny Vs PT AAN, Ratusan Laskar Melayu Turun Tangan

Lahan 205.890 m² di Rasau Jaya Memanas! Vonny Vs PT AAN, Ratusan Laskar Melayu Turun Tangan

 

KUBU RAYA – TargetNews.id Ketegangan meledak di Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Jumat lalu. Sengketa lahan panas seluas 205.890 meter persegi yang sudah puluhan tahun mengendap kini meletus di meja Pengadilan Negeri Mempawah. Ratusan anggota Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalimantan Barat ikut turun ke lokasi, mengawal ketat sidang lapangan yang mempertemukan penggugat Vonny melawan raksasa perkebunan, PT Agro Alam Nusantara (AAN).

Vonny, pemilik tujuh sertifikat hak milik (SHM) yang diteken sejak 7 Mei 1996, diwakili kuasa hukumnya Yandi Lesmana, S.H., M.H., bersikukuh mempertahankan haknya. Sementara PT AAN, yang datang dengan kuasa hukum Herawan Utoro, S.H., M.H., berupaya menggugurkan klaim kepemilikan itu. Tidak tanggung-tanggung, Bupati Kubu Raya ikut terseret sebagai tergugat, diwakili oleh pejabatnya, Budi. Najehri, warga Desa Kuala Dua, juga hadir sebagai Tergugat II.

Baca juga  Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Polres Pulang Pisau Gencarkan Patroli di Jalur Trans Kalimantan

Sidang lapangan yang dipimpin Hakim Ketua Pradita Danindra menjadi panas ketika pengukuran ulang menunjukkan adanya selisih luas pada masing-masing sertifikat. Namun yang membuat mata terbelalak adalah semua sertifikat Vonny menyebutkan berbatasan langsung dengan kebun sawit milik PT AAN di setiap sisi!

Sontak, Herawan Utoro langsung menyerang balik. Ia menyebut lokasi lahan yang diklaim Vonny berbeda secara signifikan dengan lokasi sebenarnya — bahkan lintas kecamatan! Poin ini menjadi peluru tajam dalam persidangan, dan dipastikan akan menjadi bahan bakar utama pada sidang berikutnya.

Baca juga  WS Danramil 03/Tebas Hadiri Musyawarah Penyusunan RKPD Desa Dungun Perapakan

Kehadiran ratusan anggota LPM tidak bisa diabaikan. Mereka datang bukan hanya sebagai penonton, tapi juga sebagai simbol bahwa sengketa tanah di Kalimantan Barat bukan perkara sepele. Isu ini menyangkut identitas, sejarah, dan martabat masyarakat adat serta pemilik tanah lama.

Polres Kubu Raya pun dikerahkan untuk mengawal sidang lapangan yang berlangsung dengan intensitas tinggi. Semua mata kini tertuju pada kelanjutan perkara ini. Apakah hak rakyat akan ditegakkan, atau justru digilas oleh kekuatan korporasi?

Sidang lanjutan akan menjadi penentu. Kubu Raya menahan napas.

(Reni – Targetnews.id)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Bhabinkamtibmas cek sekat kanal dan Himbauan cegah Karhutla

BERITA UTAMA

Dukung Ketahanan Pangan, Personel Polsek Maliku Sambangi Pekarangan Warga

Uncategorized

Mewujudkan Kamtibmas Kondusif, Bhabinkamtinmas Polsek Maliku Laksanakan Cooling System di Desa Binaan.

Artikel

Tragedi Sampang Heboh Pemalsuan Dokumen Data Tanah Mengaku-ngaku Hak Milik Tanah

Artikel

Patroli terus di giatkan untuk antisipasi tindak kejahatan pada Obyek Vital dan sekitarnya

Artikel

Kodim 1612/Manggarai Rayakan HUT TNI ke-78 dengan Menggelar Acara Donor Darah, Pasar Murah, dan Pengobatan Gratis untuk Masyarakat

Artikel

Bhabinkamtibmas Polsek Maliku sosialisasi saber pungli

Uncategorized

Personel Polsek Sebangau laksanakan patroli secara stasioner di pemukiman penduduk