Home / BERITA UTAMA / DAERAH

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:22 WIB

RUWATAN SURO DI JOKO DOLOG SURABAYA 2026: MERAWAT TRADISI, MENJAGA WARISAN BUDAYA

Dalam rangkaian Festival Joko Dolog Surabaya 2026, Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog kembali menggelar tradisi Ruwatan Massal yang berlangsung pada Rabu Wage, 1 Juli 2026, di kawasan Cagar Budaya Arca Joko Dolog, Surabaya.

Kegiatan budaya yang digelar setiap Bulan Suro ini menjadi wujud nyata kepedulian dalam menjaga warisan leluhur Nusantara. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai tradisi Jawa, ruwatan juga menjadi sarana refleksi diri melalui doa bersama untuk memohon keselamatan, ketenteraman, serta kehidupan yang lebih baik.

Ketua Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog sekaligus Ketua Panitia, Khoirul Anam, S.H., menjelaskan bahwa ruwatan di kawasan Arca Joko Dolog memiliki keunikan tersendiri, yakni adanya prosesi Pradaksina, yaitu tradisi mengelilingi Arca Joko Dolog sebanyak tujuh kali

Baca juga  Sensus Ekonomi 2026 Kota Tegal Resmi Dimulai

Menurutnya, prosesi tersebut mengandung makna filosofis tentang perjalanan manusia dalam memperbaiki diri, membersihkan hati, meninggalkan hal-hal negatif, serta memohon keseimbangan dan keharmonisan dalam menjalani kehidupan.

Sementara itu, Koordinator Acara, Ki Hari Potter, menyampaikan bahwa pelaksanaan Ruwatan Massal tahun 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sebanyak 97 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan tetap berpegang pada nilai budaya serta kearifan lokal.

“Ruwatan bukan hanya dipahami sebagai sebuah tradisi, tetapi juga sebagai momentum untuk melakukan introspeksi, memperkuat nilai kebersamaan, serta menjaga hubungan harmonis antar sesama,” ujarnya.

Baca juga  Prabowo Apresiasi Upaya Polri Cegah Peredaran Narkoba di RI

Prosesi ruwatan dipimpin oleh Dalang Ruwat Ki Suwito Sri Mudo Darsono bersama 17 Tokoh Spiritual Abdi Dalem Eyang Joko Dolog dengan menjalankan tata cara sesuai pakem tradisi Jawa.

Melalui kegiatan ini, Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog berharap tradisi luhur bangsa tetap terjaga, menjadi bagian dari identitas budaya Surabaya, serta dapat dikenalkan kepada generasi muda sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan kearifan yang mendalam.(Limbad86/Rif)

Share :

Baca Juga

Artikel

TNI Hadir di Tengah Petani, Babinsa Koramil 1008-05/Kelua Berikan Pendampingan di Desa Takulat

Artikel

YBM PLN Bersama UPP SBU 4, Serahkan Zakat Maal Untuk Mustahik 3 Desa di Basecamp PLTA Asahan 3

BERITA UTAMA

Blue Light Patrol Satsamapta Polresta Palangka Raya Lewat Jalan Ini

Artikel

Dandim 1009/Tanah Laut Menghadiri Upacara Alih Kodal Korem 101/Ant Dari Kodam VI/Mulawarman

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 15/Klirong Laksanakan Komsos Bersama Perangkat Desa Di Wilayah Binaan

BERITA UTAMA

PRAJURIT YONMARHANLAN X LAKSANAKAN UJI NILAI KEMAMPUAN DASAR MATERI RENANG MILITER

BERITA UTAMA

Korem 072/Pamungkas Terima Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Manajemen Teritorial dari Pusterad

Artikel

Kasus Penyelundupan Kendaraan Jaringan Internasional Kini Memasuki Tahap 1 Di Kejari Tanjung Perak