Akrab Babinsa Suah Api Komsos Kepada Warga Pembuat Ketupat Lebaran

Akrab Babinsa Suah Api Komsos Kepada Warga Pembuat Ketupat Lebaran

Akrab Babinsa Suah Api Komsos Kepada Warga Pembuat Ketupat Lebaran

 

Sambas – Akrab dengan warga Anggota Koramil 1208-04/Jawai, Babinsa Suah Api, Serda Santoso melaksanakan Komsos dirumah warga binaan Bpk. Sumadi yang sedang membuat ketupat lebaran yang bertempat di Dusun Teluk Nangka, Desa Suah Api, Kec. Jawai Selatan, Kab. Sambas, Kamis Sore (05/06).

Lebaran Ketupat merupakan salah satu tradisi yang biasa dirayakan setelah Solat Id Hari Raya Idul Adha 1446 Hijrah, tradisi ini biasa dirayakan sebagian umat Islam di Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Babinsa Suah Api Kiramil 04/Jawai Serda Santoso bersama warga membuat ketupat.

Dalam kesibukan menjalankan tugas pokoknya, Serda Santoso menyempatkan waktu untuk membantu warga binaannya yang sedang membuat ketupat di hari yang raya Idul Adha ini. Hal ini di laksanakannya untuk mendekatkan diri dengan warga binaannya, serta untuk memberikan semangat dan motivasi masyarakat di wilayah binaannya.

Baca juga  Cegah Kriminalitas Piket Siaga Polsek Maliku Laksanakan Patroli malam

“Dengan hal-hal seperti inilah cara kami untuk mempererat jalinan silaturahmi dengan warga,” Ucap Serda Santoso dan perlu diketahui bahwa masyarakat Desa binaan, tradisi Lebaran Ketupat melambangkan simbol kebersamaan yang diartikan sebagai tradisi silaturahmi dan bermaaf-maafan setelah perayaan Sholat Idul Adha.

Seperti diketahui pada umumnya, ketupat merupakan makanan khas untuk lebaran yang hampir ada di manapun, khususnya menjelang perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.

Baca juga  PERSONEL SATBINMAS POLRES PULANG PISAU SAMPAIKAN HIMBAUAN CEGAH PREMANISME DI TENGAH MASYARAKAT

Tradisi ini pertama kali diperkenalkan oleh Sayyid Makhdum Ibrahim, yang dikenal sebagai Sunan Bonang.”Ketupat itu nama simbolik yang mengandung makna lain dari sekadar wadah anyaman dari janur (daun kelapa) yang disebut Ketupat (Kupat, Katopak) dalam bahasa Jawa diartikan sebagai laku sing papat atau amalan yang empat, dan silaturahim,” jelas Babinsa.

Tentang makna ketupat sendiri, yakni bahwa kata ‘ketupat’ atau ‘kupat’ berasal dari kata bahasa Jawa “ngaku lepat” yang artinya “mengakui kesalahan”. Ketupat diharapkan menjadi simbol bagi sesama Muslim untuk mengakui kesalahan dan saling memaafkan serta melupakan kesalahan dengan cara memakan ketupat tersebut, jelas Babinsa.

Share :

Baca Juga

Artikel

Sinergi BPTD dan Kejaksaan: Transparansi Jadi Pilar Utama Pengelolaan Teknis dan Administrasi

BERITA UTAMA

Satgas TMMD Reguler Ke-129 Rampungkan Pemasangan Pintu MCK RTLH di Desa Tempapan Hulu

Uncategorized

Maklumat Kapolda Kalteng di tempelkan di tempat umum supaya bisa di baca Masyarakat

Artikel

Bersama Tim Gabungan, Satpolair Polres Pulpis Temukan Warga Desa Pilang yang Tenggelam di DAS Kahayan

Uncategorized

Personil Polsek Sebangau Kuala Cek Keamanan Perumahan Warga

Artikel

KOMBES POL Dr. Luthfie Sulistiawan : 400 Anggota Hadir Apel BERSINAR – SIAP SIAGA “Polri Untuk Masyarakat 24 Jam”

BERITA UTAMA

Wujud Toleransi, Satgas TMMD Ke 127 Kodim 0808/Blitar Bersihkan Pura Agung Arga Sonya

Uncategorized

Anggota Satpolairud Berikan Edukasi Terkait Larangan Menggunakan Bahan Berbahaya Saat Mencari Ikan