Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / Uncategorized

Senin, 23 Juni 2025 - 20:32 WIB

Perang Iran – Israel: Sketsa Pengulangan Sejarah Perang Persia-Romawi Tahun 614?

Oleh Aceng Syamsul Hadie,S.Sos.,MM.(*)

Oleh Aceng Syamsul Hadie,S.Sos.,MM.(*)

Perang Iran – Israel: Sketsa Pengulangan Sejarah Perang Persia-Romawi Tahun 614?

Oleh Aceng Syamsul Hadie,S.Sos.,MM.(*)

Selama ini banyak beredar Pandangan bahwa Perang Iran-Israel sekarang adalah pengulangan Perang Persia-Romawi tahun 614 M —dan menariknya, ia berakar pada tafsir historis dan spiritual terhadap nubuat Rasulullah SAW serta ayat-ayat Al-Qur’an, khususnya Surah Ar-Rum.
Pada masa Rasulullah SAW, dua kekuatan besar dunia adalah Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) dan Kekaisaran Persia (Sasaniyah). Ketika Persia mengalahkan Romawi dan merebut Yerusalem sekitar tahun 614 M, kaum musyrik Quraisy bersorak karena Persia dianggap mewakili kaum penyembah api (Majusi), sedangkan Romawi adalah Ahli Kitab. Kaum Muslimin justru bersedih.
Namun, turunlah Surah Ar-Rum ayat 2–4: “Telah dikalahkan bangsa Romawi di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang dalam beberapa tahun.” (QS. Ar-Rum: 2–4). Dan benar, sekitar tujuh tahun kemudian, Romawi membalas dan menang atas Persia dalam Perang Nineveh (627 M). Ini dianggap sebagai bukti nubuat Al-Qur’an yang terbukti secara historis.

Kaitannya dengan Perang Iran-Israel Sekarang
Sebagian umat Muslim melihat konflik Iran-Israel sebagai kelanjutan simbolik dari konflik Persia-Romawi, dengan Iran mewakili “Persia” dan Israel (yang didukung Barat) mewakili “Romawi.” Dalam narasi ini, mereka mengaitkan kemenangan Romawi atas Persia sebagai isyarat bahwa kekuatan Barat akan kembali unggul—atau sebaliknya, bahwa Iran akan membalikkan keadaan seperti Persia dulu.
Namun, penting dicatat bahwa ini adalah tafsir simbolik dan bukan prediksi literal. Tidak ada hadis sahih yang secara eksplisit menyebut Iran atau Israel modern. Tapi umat Muslim sering mengaitkan peristiwa besar dengan nubuat akhir zaman, termasuk Surah Al-Isra ayat 4–7 dan hadis-hadis tentang dua kerusakan besar Bani Israil.
Tentu, Al. Ini dia analisis perbandingan antara konflik Persia–Romawi di masa klasik dan konflik Iran–Israel di era modern. Meski konteksnya sangat berbeda, banyak umat Muslim melihat keduanya sebagai cerminan simbolik dari pertarungan lama antara Timur dan Barat, atau antara kekuatan Islam dan kekuatan imperialis.

Baca juga  Patroli Mesin ATM Bank Kalteng di Wilkum Polsek Pandih Batu

1. Latar Sejarah dan Identitas Peradaban
Persia–Romawi (Abad ke-6–7 M):
Kekaisaran Persia (Sasaniyah) dan Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) adalah dua kekuatan superpower dunia kuno. Persia mewakili peradaban Timur yang beragama Zoroaster, sementara Romawi Timur mewakili peradaban Barat Kristen. Keduanya terlibat dalam perang panjang, termasuk perebutan Yerusalem, yang sempat dikuasai Persia pada 614 M sebelum direbut kembali oleh Romawi pada 628 M.
Iran–Israel (Abad ke-21):
Iran modern mewarisi identitas Persia dan menjadi kekuatan utama di Timur Tengah yang menentang dominasi Barat dan Israel. Israel, yang didukung oleh Amerika Serikat dan sekutu Barat, sering diposisikan sebagai representasi kekuatan “Romawi modern” dalam narasi simbolik. Konflik ini juga melibatkan isu agama, geopolitik, dan sejarah panjang kolonialisme.

2. Posisi Yahudi dalam Dua Konflik
Di Era Persia–Romawi:
Menariknya, pada masa Kekaisaran Persia Sasaniyah, komunitas Yahudi justru dilindungi dan diberi posisi penting. Mereka mendukung Persia dalam merebut Yerusalem dari Romawi karena mengalami diskriminasi berat di bawah kekuasaan Kristen Bizantium.
Di Era Iran–Israel:
Kini, posisi terbalik. Iran memusuhi Israel karena dianggap sebagai penjajah Palestina dan simbol zionisme global. Iran mendukung kelompok-kelompok perlawanan seperti Hamas dan Hizbullah, dan menyebut dirinya sebagai pelindung Palestina. Sementara Israel, sebagai negara Yahudi modern, justru bersekutu dengan kekuatan Barat.

Baca juga  Ciptakan Kamseltibcarlantas, Sat Lantas Polres Pulang Pisau Dikmas Lantas Penling Penluh

3. Dimensi Agama dan Nubuat
Persia–Romawi:
Surah Ar-Rum (ayat 2–4) menyebut kekalahan Romawi oleh Persia dan kemenangan Romawi beberapa tahun kemudian. Ini dianggap sebagai nubuat Al-Qur’an yang terbukti benar. Banyak Muslim melihat ini sebagai bukti bahwa sejarah dunia bergerak dalam pola yang telah digariskan.
Iran–Israel:
Sebagian umat Muslim menafsirkan konflik Iran–Israel sebagai kelanjutan simbolik dari konflik Persia–Romawi. Dalam narasi ini, Iran dianggap sebagai “Persia” yang kembali menantang dominasi “Romawi” modern (Israel dan sekutunya). Namun, ini adalah tafsir simbolik, bukan prediksi literal.

4. Strategi dan Daya Tempur
Persia–Romawi:
Perang berlangsung dalam bentuk ekspansi wilayah, pengepungan kota, dan perebutan pusat-pusat suci seperti Yerusalem. Kemenangan berganti-ganti, hingga akhirnya keduanya melemah dan ditaklukkan oleh kekuatan baru: Islam.
Iran–Israel:
Konflik berlangsung dalam bentuk serangan udara, perang siber, dan dukungan terhadap kelompok proxy. Iran memiliki jaringan milisi di Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman. Israel unggul dalam teknologi militer dan intelijen, tetapi Iran unggul dalam ketahanan dan strategi asimetris.

Kesimpulan: Sejarah Berulang dalam Bentuk Baru
Konflik Persia–Romawi dan Iran–Israel tidak identik, tapi memiliki pola simbolik yang serupa, yaitu: pertarungan antara dua peradaban besar, dengan Yerusalem sebagai titik sentral. Dalam kedua kasus, agama, identitas, dan geopolitik saling bertaut. Namun, sejarah juga mengajarkan bahwa kekuatan besar bisa runtuh oleh keangkuhan, dan bahwa perubahan besar sering lahir dari pinggiran, bukan dari pusat kekuasaan.[]

*Penulis,
Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional).

Share :

Baca Juga

Artikel

Danyonif 1 Marinir Pimpin Serah Terima Jabatan Wadanyon Dan Pasiops Yonif 1 Marinir

Artikel

Mengenal Lembaga Pers WAKOMINDO

Artikel

Owner PT. Agro Kusuma Group. Mengucapkan Selamat Hari RAYA Imlek 2576/2025. Semoga Tahun ini Kita Semua diberikan Kemudahan segala urusan dan makin baik dengan sesamanya.

Artikel

Dukung Aksi Bersih World Cleanup Day Indonesia 2025 Personel Kodim 1009/Tanah Laut Ikut Bersih-Bersih Pasar

BERITA UTAMA

Bersama Seluruh Personel Anggotanya, Danramil 19/ Kuwarasan Hadiri Resepsi Pernikahan Warga

Artikel

Bentuk Kepedulian Sesama Babinsa Nibung Koramil 1208-08/Paloh Gotong Royong Bantu Warga Menyiapkan Pesta Hajatan Pernikahan

Uncategorized

Bhabinkamtibmas meminta warga untuk melaporkan bila terjadi Pungli.

Uncategorized

Polsek Pandih Batu Ajak Masyarakat untuk Jaga Kamtibmas