Rembang – Suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan mewarnai penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Kodim 0720/Rembang di Desa Pelemsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, pada Kamis (21/8/2025).
Acara penutupan dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0720/Rembang, Letkol ARM Winner Fradana Dieng, S.Sos., M.M.A.S. dengan ditandai pemukulan gong serta pemotongan pita sebagai simbol berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan TMMD yang telah berjalan selama satu bulan penuh.
Upacara penutupan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Rembang, para pejabat pemerintahan daerah, tokoh masyarakat, unsur kepolisian, organisasi kemasyarakatan, serta ratusan warga Desa Pelemsari yang turut menyaksikan secara langsung hasil nyata pembangunan TMMD.
Dalam amanatnya, Dandim 0720/Rembang menyampaikan bahwa program TMMD bukan hanya sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Hari ini kita menutup secara resmi TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2025 di Desa Pelemsari. Selama 30 hari penuh, prajurit TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat bekerja tanpa kenal lelah demi mewujudkan percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Inilah bukti bahwa TNI hadir untuk rakyat, bekerja bersama rakyat, dan hasilnya kembali untuk rakyat,” tegas Letkol ARM Winner Fradana Dieng dalam amanatnya.
Beliau menambahkan, pemukulan gong dan pemotongan pita bukan hanya seremonial belaka, melainkan simbol bahwa hasil pembangunan ini sepenuhnya telah diserahkan kepada masyarakat untuk dimanfaatkan dan dijaga bersama.
Selama program TMMD Sengkuyung III ini, berbagai kegiatan fisik berhasil diselesaikan tepat waktu, antara lain:
• Pembangunan Jembatan dan peningkatan akses jalan desa sepanjang beberapa kilometer,
• Pembuatan talud penahan tanah untuk memperkuat infrastruktur jalan,
• Renovasi fasilitas umum yang mendukung kebutuhan masyarakat,
• Pembangunan sarana prasarana pendukung produktivitas warga.
Selain itu, kegiatan non-fisik juga dilaksanakan untuk memperkuat ketahanan masyarakat, seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, sosialisasi hukum, pembinaan UMKM, hingga layanan kesehatan.
Dengan demikian, TMMD tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran, semangat, serta kepercayaan diri masyarakat desa untuk bangkit dan maju.
Warga Desa Pelemsari juga menyambut penuh antusias keberhasilan program TMMD ini. Kehadiran TNI yang selama satu bulan penuh hidup berdampingan dengan masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan persaudaraan tetap menjadi ruh utama pembangunan desa.
Bupati Rembang atau yang mewakili yang hadir dalam kegiatan ini juga memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Satgas TMMD bersama masyarakat.
“Program TMMD adalah bukti nyata sinergi TNI, pemerintah daerah, dan rakyat dalam membangun. Hasil pembangunan ini harus kita rawat bersama, agar benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Usai amanat, acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan pemukulan gong oleh Dandim 0720/Rembang yang menggema sebagai tanda resmi berakhirnya TMMD. Dilanjutkan dengan pemotongan pita di lokasi pembangunan jalan desa yang telah selesai dikerjakan, sebagai simbol bahwa hasil pembangunan telah dapat digunakan oleh masyarakat.
Momen tersebut disambut dengan tepuk tangan meriah warga, prajurit, dan seluruh tamu undangan yang hadir.
Dengan ditutupnya TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2025 ini, TNI kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengabdi tanpa batas kepada bangsa dan negara melalui karya nyata di tengah rakyat.
“TMMD boleh ditutup, tetapi semangat kebersamaan, kerja keras, dan pengabdian tidak pernah berhenti. TNI akan selalu hadir bersama rakyat, membangun negeri, menjaga persatuan, dan mengawal cita-cita kemerdekaan menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” pungkas Dandim 0720/Rembang.
⸻
Penerangan Kodim 0720/Rembang










