VIRAL, Oknum Ngaku Media dan LSM Diduga lakukan Intimidasi Advokat Sedang Bertugas

Oknum Ngaku Media dan LSM Diduga lakukan Intimidasi Advokat Sedang Bertugas (Foto: Bib/TargetNews.id)

Oknum Ngaku Media dan LSM Diduga lakukan Intimidasi Advokat Sedang Bertugas (Foto: Bib/TargetNews.id)

GRESIK TargetNews.id Kejadian ini terjadi di daerah kecamatan Menganti kabupaten Gresik, dalam Wawancara Langsung Kami Tim Redaksi Mendapatkan Aduan dari Inisial DHA, Beliau Selaku Advokat Menyampaikan Bahwa Ia mengalami teror intimidasi yang diduga kuat dilakukan oleh seorang oknum yang kerap mengaku-ngaku sebagai wartawan media sekaligus anggota LSM, sebut saja Si “D” melakukan tindakan intimidasi terhadap seorang advokat yang tengah melaksanakan tugas profesinya dalam mendampingi klien.

Advokat tersebut sejatinya hadir di desa “G” atas undangan resmi Kepala Desa, guna membantu penyelesaian konflik komunikasi antara warga dengan kontraktor pelaksana proyek.

Bahkan Jauh Sebelumnya, kontraktor dan warga telah mencapai kesepakatan mengenai Kompensasi, dan kehadiran advokat hanya untuk memastikan hak-hak warga terselesaikan sebagaimana yang telah disepakati.

Namun, di tengah proses penyelesaian tersebut, advokat menerima panggilan telepon bernada intimidatif dari Si “D” yang mengaku sebagai “Media sekaligus LSM” yang mengarah pada upaya pengusiran Agar advokat pergi meninggalkan ruangan kantor kepala desa, padahal saat itu sedang rapat resmi dan menengahi konflik yang ada, antara pihak utusan dari kontraktor dan warga terdampak yang dirugikan, namun Oknum tersebut dengan nada lantang seolah-olah kantor desa adalah dalam penguasaannya, sehingga ada kesan menyuruh pergi, sungguh ironis sekali, tuan rumah juga bukan, yang punya tempat juga bukan, tapi malah seolah olah ia penguasanya.

Baca juga  Wujudkan Kepedulian dan Kebersamaan, Polres Pulang Pisau Gelar Bakti Religi Maulid Nabi

Padahal jelas jelas secara bukti advokat hadir secara sah dan resmi untuk menjalankan fungsi bantuan hukum.

⚖️ Rujukan Hukum Pelanggaran Oknum

1. UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat

Pasal 4 ayat (1): Advokat berstatus sebagai penegak hukum yang bebas dan mandiri.

Pasal 15: Advokat berhak mendapat perlindungan hukum dalam menjalankan tugas profesinya.

Pasal 16: Advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan iktikad baik.

👉 Maka, tindakan intimidasi terhadap advokat adalah pelanggaran hak konstitusional advokat.

2. KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana)

Pasal 335 KUHP: Barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain dengan ancaman kekerasan maupun perbuatan yang menimbulkan rasa takut/intimidasi, dapat dipidana.

Pasal 368 KUHP: Pemerasan dengan ancaman, jika ada maksud mengambil keuntungan.

👉 Intimidasi via telepon termasuk bentuk perbuatan tidak menyenangkan.

3. UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers

Pasal 18 ayat (1): Barang siapa dengan sengaja menghambat kerja wartawan/advokat atau menyalahgunakan profesi pers untuk kepentingan pribadi dapat dipidana.

👉 Oknum yang mengaku media tanpa jelas identitasnya menyalahi fungsi pers dan masuk kategori pelanggaran hukum.

Baca juga  BPC PHRI Kota Batu, Siap Jemput Event Di Tingkat Nasional Maupun Internasional

4. UU No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas)

Pasal 59 ayat (3) huruf d: Ormas dilarang melakukan tindakan kekerasan, mengganggu ketertiban umum, atau melakukan perbuatan yang menjadi kewenangan penegak hukum.

👉 Mengaku LSM dan melakukan intimidasi = melanggar aturan ormas.

📢 Bentuk Somasi / Aduan

Dengan ini, tindakan oknum yang mengaku-ngaku sebagai Media dan LSM tersebut dapat dikategorikan:

1. Menghalangi advokat menjalankan tugas hukum (UU Advokat Pasal 15, 16).
2. Tindak pidana intimidasi dan pemaksaan (Pasal 335 KUHP).
3. Pelanggaran terhadap UU Ormas & UU Pers karena menyalahgunakan nama lembaga.

👉 Advokat berhak membuat laporan resmi ke:

Polres setempat (tindak pidana intimidasi & pemaksaan).

Dewan Pers (jika terbukti oknum mengaku wartawan palsu).

Kemenkumham / Kesbangpol (jika mengaku LSM tanpa legalitas).

Tim investigasi berharap kedua pihak bisa bertemu bertatap muka langsung guna saling konfirmasi dan koordinasi agar tercapai sebuah mediasi kekeluargaan supaya masalah ini tidak perlu dipanjang lebarkan. Terutama pihak diduga yang melakukan teror agar segera minta maaf pada advokat tersebut supaya masalah ini tidak berlarut larut.bib

Share :

Baca Juga

Artikel

Polisi Berhasil Amankan 2 Tersangka Bandit Lintas Kota di Surabaya Salah Satunya Residivis

BERITA UTAMA

Sat Reskrim Polres Pasuruan Berhasil Bekuk Jambret Di Purwodadi

Artikel

Sambangi warga binaan, Bhabinkamtibmas Food Estate berikan himbauan kamtibmas

BERITA UTAMA

Personil Polsek Maliku melakukan Door to Door System, Menyampaikan Maklumat Kapolda Kalteng

BERITA UTAMA

Pererat Sinergitas Babinsa Koramil 11/Mirit Komsos Dengan Perangkat Desa

BERITA UTAMA

Program “Jum’at Curhat”, Kapolres Pasuruan Ajak Nelayan Untuk Sampaikan Keluh Kesahnya.

Artikel

Rutinitas Personil polsek Kahayan kuala melaksanakan serah terima piket penjagaan mako polsek Kahayan kuala

Uncategorized

Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Taruna Bripka Oktobery G laksanakan Sosialisasi Tentang Larangan Membakar Hutan dan Lahan