Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / TNI-POLRI / Uncategorized

Selasa, 23 September 2025 - 16:53 WIB

Wartawan Alami Diskriminasi, oleh Tiga Oknum Security Dishub Jatim

Foto: Wartawan Alami Diskriminasi, oleh Tiga Oknum Security Dishub Jatim

Foto: Wartawan Alami Diskriminasi, oleh Tiga Oknum Security Dishub Jatim

TargetNews.ID Surabaya – Seorang wartawan dari media Liputanpemburu mengalami tindakan diskriminatif oleh tiga oknum petugas keamanan (security) di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Jalan A. Yani No. 268 Surabaya, Senin (22/9/2025) siang.

Peristiwa tersebut terjadi saat wartawan berniat mengambil gambar dari luar kantor, tepatnya di bahu jalan raya. Namun, aksi jurnalistik itu mendapat pencegahan dengan cara yang dianggap berlebihan.

Zainal, selaku pimpinan redaksi Liputanpemburu, mengaku dirinya dipaksa oleh tiga oknum security untuk menghapus foto yang sudah diambil.

“Saya dikeroyok tiga oknum petugas security kantor Dishub Jatim dan dipaksa menghapus foto yang saya ambil dari luar (jalan raya),” ujar Zainal

Baca juga  Wujud Pelayanan Prima, Polres Pulang Pisau Laksanakan “SIKAJA” (Polisi Kawal Jenazah)

Kronologi Kejadian
Zainal menjelaskan, sebelumnya dirinya menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan adanya praktik “orang dalam” dalam proses penerimaan petugas Dishub. Untuk mengonfirmasi informasi tersebut, ia mencoba menemui Kepala Dinas Perhubungan Jatim.

Namun karena Kadis tidak berada di tempat, pihak humas yang diwakili Khoirul menyarankan agar wartawan membuat surat resmi untuk keperluan konfirmasi.

“Setelah itu saya keluar kantor dan memotret tulisan Dishub dari luar. Tiba-tiba tiga petugas security datang dan memaksa saya menghapus foto, bahkan dengan cara intimidasi,” ungkap Zainal.

Baca juga  Dan Satgas TMMD Reguler Ke-129 Kodim 1208/Sambas Ajak Forkopimda Tinjau Posko TMMD

Landasan Hukum
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, setiap tindakan yang menghalangi kerja jurnalistik dapat dipidana penjara maksimal 2 tahun atau denda hingga Rp500 juta, apabila dilakukan dengan sengaja dan melawan hukum.

Kasus ini menambah deretan peristiwa intimidasi terhadap jurnalis yang sedang melaksanakan tugas peliputan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur terkait insiden tersebut.

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Investasi Bodong Syariah? Founder DSI Akhirnya Ditahan Dittipideksus Bareskrim

Uncategorized

Perjuangan melawan bangsa sendiri.mengutip.secuil kalimat Bung Karno

BERITA UTAMA

Bonceng Tanpa Gunakan Helm Sat Lantas Polres Pulang Pisau Tegur Pengendara Secara Humanis

Artikel

Rangkul Warga Pra Sejahtera, Kapolsek Rakumpit Lakukan Baksos

Uncategorized

Bhabinkamtibmas Polsek Jabiren Raya Bersama Bhabinsa Laksanakan Sosialisasi Larangan Pembakaran Hutan Dan Lahan kepada warga Binaan.

Uncategorized

Parking, Walking, Talking merupakan cara Patroli personel sat samapta ajak Masyarakat untuk jaga Kamtibmas

Artikel

Wujud Dukungan P2L, Polsek Krembung dan Bhayangkari Turun Bareng ke Desa Lemujut

Artikel

DANKORMAR BUKA RAPAT KOMANDO DAN APEL KOMANDAN SATUAN KORPS MARINIR 2024