Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / TNI-POLRI / Uncategorized

Minggu, 26 Oktober 2025 - 23:48 WIB

BNN, KEMENKES, DAN IDI PERKUAT KOLABORASI HADAPI TANTANGAN KEGAWATDARURATAN NARKOTIKA

Foto/istimewah/BNN/TARGETNEWS.ID

Foto/istimewah/BNN/TARGETNEWS.ID

 

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menggelar webinar bertajuk “Sinergi Profesi dalam Tatalaksana Kegawatdaruratan Narkotika”, pada Jumat (24/10). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid dari Gedung BNN di Cawang, Jakarta Timur, ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun IDI ke-75.

Acara yang diikuti lebih dari 1.200 peserta tersebut diikuti oleh 15 profesi tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, psikolog, hingga konselor. Webinar ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas petugas Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) dan mitra rehabilitasi agar lebih siap menangani situasi kegawatdaruratan serta gangguan fisik dan psikiatri akibat penyalahgunaan narkotika.

Dalam sambutannya, Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menegaskan pentingnya peran rehabilitasi sebagai ujung tombak penyelamatan korban penyalahgunaan narkotika. Ia juga mengingatkan bahwa narkotika tak mengenal batas usia atau latar belakang sosial.

Baca juga  Batituud Koramil 15/Klirong Hadiri Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

“Saat ini banyak anak-anak yang sudah terkena narkotika. Kita harus punya semangat dan rasa bangga, karena Bapak/Ibu adalah ujung tombak yang menyentuh masyarakat,” ujarnya.

Kepala BNN RI menekankan bahwa di tengah pesatnya era digital, pekerjaan rehabilitasi tidak dapat digantikan oleh mesin maupun robot. Menurutnya, isu narkotika masih menjadi perhatian serius Presiden RI yang tercantum dalam Asta Cita dan program prioritas nasional. Data BNN menunjukkan ada sekitar 3,3 juta penyalahguna narkotika di Indonesia di mana 2,71 juta di antaranya merupakan usia produktif sehingga rehabilitasi perlu digencarkan.

Baca juga  Danrem 071 bagikan Sembako untuk Kesejateraan Anggotanya.

Sejalan dengan yang disampaikan oleh Kepala BNN RI, dalam webinar tersebut Deputi Rehabilitasi BNN RI, dr. Bina Ampera Bukit, menjelaskan arah kebijakan rehabilitasi nasional 2025–2029 yang berfokus pada perluasan layanan dan penguatan sistem.

“Kami ingin memperluas program rehabilitasi melalui pengembangan layanan rawat jalan yang transparan dan terukur, pembangunan balai rehabilitasi baru, serta penguatan IPWL dan sistem digital seperti SIRENA 2.0 dan SERU Online,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, BNN berharap sinergi lintas profesi di bidang kesehatan dapat memperkuat kualitas layanan rehabilitasi di Indonesia. Adanya peningkatan kapasitas tenaga rehabilitasi diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih optimal, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi penyalahguna narkotika.

Red T

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Putri Prajurit Yonif 5 Marinir Raih Prestasi Membanggakan Pada Kejuaraan Muaythai Piala Pangdam V/Brawijaya

Artikel

Danramil 09/Kutowinangun Rapat Akreditasi Puskesmas Kutowinangun

Artikel

Pj Gubernur Sultra: Mari Bersama Wujudkan Kesejahteraan dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Masyarakat Sultra

Uncategorized

Sosialisasikan Saber Pungli di Lakukan Oleh Personil Polsek Jabiren Raya

Artikel

Personil Polres Pamekasan Gelar Latihan Menembak

BERITA UTAMA

Peduli Warga Binaan, Bhabinkamtibmas Petuk Katimpun Bantu Distribusikan Bansos Beras

Uncategorized

Tak Hanya Patroli ini yang dilakukan Piket siaga Polsek Maliku

Uncategorized

Cegah Kebakaran Hutan dan lahan, ini yang di lakukan Bhabinkamtibmas