Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / Tag / TNI-POLRI / Uncategorized

Selasa, 25 November 2025 - 12:55 WIB

Video @viralforjustice Bermuatan SARA Picu Kekhawatiran, AMI Kritik Keras Narasi Pemecah Belah di Surabaya

Video @viralforjustice Bermuatan SARA Picu Kekhawatiran, AMI Kritik Keras Narasi Pemecah Belah di Surabaya

Video @viralforjustice Bermuatan SARA Picu Kekhawatiran, AMI Kritik Keras Narasi Pemecah Belah di Surabaya

Surabaya -Sebuah video yang diunggah akun Instagram @viralforjustice menuai kritik luas setelah narasi di dalamnya dinilai mengandung unsur provokatif dan bernuansa SARA. Video tersebut menyebut bahwa gerakan “#forjustice” hadir untuk “mengembalikan hak, harkat, dan martabat orang Surabaya, terutama orang Jawa,” sebuah klaim yang memicu kekhawatiran publik terkait potensi munculnya sentimen etnis di kota metropolitan tersebut.

Konten tersebut dinilai berpotensi mengganggu stabilitas sosial, terlebih Surabaya merupakan kota besar dengan tingkat keberagaman suku, budaya, dan latar belakang yang tinggi. Para pemerhati media sosial menilai narasi semacam ini berisiko memunculkan polarisasi dan gesekan horizontal jika dibiarkan berkembang tanpa klarifikasi.

Aliansi Madura Indonesia (AMI), salah satu organisasi yang berada di Jawa Timur, memberikan tanggapan keras atas beredarnya video tersebut.

Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, menyebut narasi dalam video itu sebagai bentuk komunikasi publik yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga  Polres Batu Bersama Forkopimda Siagakan Personel Penanganan Bencana Alam

“Kami mengecam keras narasi bernuansa SARA yang muncul dalam video tersebut. Ini bukan hanya tidak mendidik, tetapi juga memiliki potensi memecah belah masyarakat Surabaya. Tidak ada ruang untuk sentimen etnis dalam gerakan apa pun, apalagi yang mengatasnamakan keadilan,” tegas Baihaki.

Ia menegaskan bahwa Surabaya adalah kota yang dibangun oleh kerja keras banyak kelompok, bukan milik eksklusif satu etnis tertentu.

“Surabaya tumbuh dari keberagaman. Madura, Jawa, Tionghoa, Arab, dan ratusan kelompok lain berkontribusi dalam membentuk karakter kota ini. Tidak pantas ada pihak yang mencoba mengklaim Surabaya sebagai milik satu golongan saja,” ujarnya.

Baihaki juga mengingatkan bahwa masyarakat harus semakin cermat dalam menyikapi konten di media sosial yang mengandung narasi provokatif. Ia menilai perlunya penguatan literasi digital agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh konten yang mengandung bias identitas.

Baca juga  Tak Pernah Bosan Ajak Warga Untuk Mengikuti Pemilu Secara Damai dan Sejuk diwilkum Polsek Sebangau Kuala

“Masyarakat jangan mudah terpancing. Kami mendorong seluruh elemen untuk menjaga ruang digital tetap sehat dan tidak dijadikan panggung adu domba,” katanya.

AMI menyatakan siap berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, aktivis, dan institusi pemerintah untuk mencegah timbulnya konflik sosial berbasis sentimen etnis di Surabaya.

Sebagai kota urban dengan migrasi penduduk yang tinggi, Surabaya selama ini dikenal mampu menjaga stabilitas sosial meski dihuni beragam latar belakang. Karena itu, kemunculan narasi yang mencoba mengangkat superioritas etnis tertentu dinilai sangat berbahaya bagi kohesi sosial yang sudah terbangun.

Baihaki menilai perlu adanya sistem deteksi dini terhadap konten-konten digital bernuansa SARA, termasuk penguatan peran pemerintah kota dalam menjaga ruang publik tetap kondusif.

Share :

Baca Juga

Artikel

Tragedi Kubu Raya: Remaja Disabilitas Diduga Terlibat Pembunuhan, Pengamat Desak Proses Hukum Berkeadilan

BERITA UTAMA

Tingkatkan Kemampuan Personel, Polres Pulang Pisau Gelar Latihan Beladiri Polri

Artikel

Danrem 071/Wijayakusuma Pimpin Upacara Puncak HUT ke-79 TNI tahun 2024

BERITA UTAMA

Patroli Rayon VI Perkuat Kamtibmas, Antisipasi Balap Liar di Wilayah Tiga Polsek

Artikel

Dukung Program Pemerintah Babinsa Serda Rahmadani melaksanakan Puldatater di Desa Pudak Setegal

BERITA UTAMA

BABINSA KORAMIL 1008-05/KELUA DAMPINGI PETANI PADI DI DESA MADANG

Artikel

Antisipasi Demam Berdarah Babinsa Bersama Tim Kesehatan Puskesmas Melaksanakan Fogging Dan Sosialisasi Di Sananwetan

BERITA UTAMA

Kemilau Mutiara Harky Meraih Cumlaude pada Wisuda UINSSC 2026