Pulang Pisau – Untuk memastikan ribuan porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar aman, higienis, dan layak konsumsi bagi para pelajar, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Si Dokkes) Polres Pulang Pisau (Pulpis) menerjunkan tim pengawas pangan ke dapur produksi Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), Selasa (09/12/2025). Pengawasan ini menjadi langkah penting dalam menjaga mutu program MBG yang terus digulirkan Polres Pulpis.
Tim Si Dokkes melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh tahapan produksi makanan, dimulai dari pengecekan bahan baku, sanitasi dapur, hingga kualitas makanan yang telah dimasak. Dalam prosesnya, petugas juga menerapkan metode uji organoleptik, yaitu pemeriksaan kualitas makanan menggunakan panca indra untuk mendeteksi perubahan warna, aroma, tekstur, maupun rasa yang dapat mengindikasikan penurunan mutu.
Kapolres Pulang Pisau, AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Dokkes AIPTU Ahmad Rifa’i, menjelaskan bahwa pengawasan ini merupakan bentuk komitmen Polres dalam menjamin kualitas makanan yang diberikan kepada pelajar.
“Pengawasan ini tidak hanya memastikan proses memasak berjalan sesuai standar, tetapi juga memastikan bahan-bahan yang digunakan bebas dari kontaminasi dan layak diolah. Dengan uji organoleptik, kami bisa mengetahui lebih awal apabila terdapat perubahan pada bahan baku maupun hasil olahan,” ujarnya.
Tim pengawas pangan Si Dokkes juga memastikan seluruh petugas dapur menerapkan standar kebersihan yang ketat, mulai dari penggunaan alat pelindung diri, kebersihan peralatan masak, hingga tata cara penyimpanan makanan sebelum pendistribusian. Semua langkah ini dilakukan untuk menjaga mutu gizi sekaligus keamanan pangan yang diberikan kepada para siswa.
Pengawasan berkala dari Si Dokkes menjadi bagian integral dalam sinergi antara Polres Pulang Pisau dan SPPG untuk menyukseskan program MBG. Kehadiran tim pengawas pangan ini sekaligus memberikan rasa tenang bagi masyarakat, khususnya orang tua, bahwa makanan yang dikonsumsi anak-anak mereka telah melalui proses pemeriksaan yang sangat ketat.
“Keamanan pangan adalah prioritas kami. Kami ingin memastikan bahwa peserta didik tidak hanya mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga pangan yang terjamin mutunya,” tutup AIPTU Ahmad Rifa’i.









