Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / Uncategorized

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:43 WIB

FP3TI Mendorong Pita Cukai Khusus

TargetNews.ID/Foto/Forum Peduli Petani Pengusaha hasil Tembakau indonesia (FP3TI) gelar Seminar dengan Tema Mengurai Benang Kusut, Mendorong Pita Cukai Khusus Menuju Tata Kelola industri Rokok yang Berkeadilan pada, Selasa (09/12/2025) di Hotel Sahid Surabaya.

TargetNews.ID/Foto/Forum Peduli Petani Pengusaha hasil Tembakau indonesia (FP3TI) gelar Seminar dengan Tema Mengurai Benang Kusut, Mendorong Pita Cukai Khusus Menuju Tata Kelola industri Rokok yang Berkeadilan pada, Selasa (09/12/2025) di Hotel Sahid Surabaya.

Surabaya, TargetNews.ID – Forum Peduli Petani Pengusaha hasil Tembakau indonesia (FP3TI) gelar Seminar dengan Tema Mengurai Benang Kusut, Mendorong Pita Cukai Khusus Menuju Tata Kelola industri Rokok yang Berkeadilan pada, Selasa (09/12/2025) di Hotel Sahid Surabaya.

Acara yang dimoderatori oleh Tutty Rahayu Matari, S.H., M.H., ini berlangsung mulai pkl: 13.00 wib dengan menghadirkan beberapa narasumber, sebagai berikut:

1. Romdloni selaku Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas.

2. Dirjen Bea & Cukai (DJBC) Kanwil Jatim 1.

3. AKP. Juwair, S.H., M.H. selaku Panit Subdit I Indagsi Direskrimsus Polda Jatim.

4. H. Zainal Arifin selaku Ketua DPRD Sumenep.

5. Novian Dermawan selaku Kepala KPPBC TMP C Madura.

6. H. Marsuto Alvianto selaku Pengusaha Rokok di Pamekasan Madura.

Kegiatan Seminar tersebut banyak mendapatkan Apresiasi dari semua kalangan baik dari perwakilan Pengusaha Rokok Lokal di Jawa Timur, para Buruh Pabrikan Rokok Lokal , Petani, Aktivis dan Akademisi.

Turut hadir dalam kegiatan Seminar tersebut diantaranya Perwakilan Pengusaha dari Madura dan Jatim, beberapa Advokat, seperti Sahid & Partner Sahid S H, M H, H Suli, ada juga dari beberapa Organisasi Masyarakat dan Wakil Ketua KNPI Jawa Timur serta beberapa Tokoh Agama dan dari Veteran Jatim.

Dalam sambutannya Ketua Panitia Seminar Bayu Pangarso, S.T., yang juga dipertegas oleh Presiden FP3TI Zaini Wer wer menyampaikan ucapan terimakasih sedalam-dalamnya kepada para undangan dan narasumber yang hadir.

”Acara ini sebagai jembatan antara pemerintah dan pengusaha, demi terwujudnya kesejahteraan yang berkelanjutan tentu dengan adanya kebijakan dari pemerintah yang tidak lagi memberatkan dan menyulitkan para pelaku usaha hasil industri tembakau, mulai dari aturan pengurusan ijinnya, harga pita cukainya dan kesemua sektor turunannya,”ujarnya.

Presiden (FP3TI), Zaini Wer Wer, juga mendesak agar peredaran rokok luar Madura segera ditindaklanjuti.

Baca juga  Rindam V/Brawijaya, 102 siswa Secaba secara resmi dilantik menjadi prajurit TNI-AD.

“Mari produk lokal Madura dilegalkan dengan dipermudah proses administrasinya. Jika itu terjadi, rokok luar akan sulit beredar,”katanya.

Dengan diadakannya forum ini, FP3TI mengajak seluruh petani, pelaku usaha, pemangku kebijakan, serta masyarakat luas untuk bersama–sama membangun masa depan pertembakauan yang lebih mandiri, produktif, serta bernilai ekonomi tinggi.

”Mari kita bangun kemitraan yang adil dan berkelanjutan antara petani serta pengusaha hasil tembakau, Pemerintah dan semua pihak, guna menciptakan ekosistem usaha yang kondusif, sehat, produktif dan Berkeadilan,”tegasnya Zaini Wer Wer.

Seminar yang diselenggarakan oleh FP3TI ini ada 2 sesi, sesi pertama pemateri yang menyampaikan pemaparan terdiri dari Romdloni selaku Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas 2 Dirjen Bea & Cukai (DJBC) Kanwil Jatim 1 , H. Marsuto Alvianto selaku Pengusaha Rokok di Pamekasan Madura , H. Zainal Arifin selaku Ketua DPRD Sumenep , H. Sukriyanto selaku Wakil Bupati Pamekasan.
Sesi ke-2 yang dijeda dengan ishoma pemateri yang menyampaikan materi terdiri dari AKP. Juwair, S.H., M.H. selaku Panit Subdit I Indagsi Direskrimsus Polda Jatim dan Novian Dermawan selaku Kepala KPPBC TMP C Madura.

Dalam forum FP3TI yang mempertemukan pelaku industri tembakau dengan pejabat daerah, H. Zainal Arifin. Selaku Ketua DPRD Sumenep dan H. Marsuto Alvianto selaku Pengusaha Rokok Lokal senada melancarkan kritik pedas terhadap kebijakan pemberantasan rokok ilegal kepada Bea Cukai. Dengan suara yang meninggi. Ia menuding, langkah itu merugikan masyarakat Madura dan para produsen kecil.

“Saya itu anggota DPRD tiga periode. Konstituen saya itu pemain rokok. Ketika ditangkap di Solo, larinya ke saya, nggak lagi kepada orang lain,”ujarnya.

Ia bahkan, menohok mekanisme penindakan yang dinilainya tak menyentuh sumber persoalan.

“Maka kebijakan-kebijakan seperti itu kalau mau tutup mata, pakai lembar sekalian, biar tahu semuanya,”katanya menyindir.

Baca juga  Bamin Komsos Koramil 19/ Kuwarasan Hadiri Pertemuan Lintas Sektor Bidang Kesehatan Tahun 2023

Pada kesempatan yang sama, pemaparan materi oleh AKP. Juwair, S.H., M.H. selaku Panit Subdit I Indagsi Direskrimsus Polda Jatim, Juwair sangat mengapresiasi acara seminar ini.

”Diharapkan acara ini sebagai titik temu diantara Pengusaha Rokok Lokal – Bea Cukai dan Polri, tidak ada lagi Rokok Ilegal yang diproduksi dan diedarkan. Polri sebagai Pengayom Masyarakat berada di posisi tengah sebagai Aparat Penegak Hukum, dengan tidak serta merta menangkap Pengusaha Rokok Ilegal dan Rokok Ilegalnya tanpa ada mekanisme yang tepat. Secara pribadi saya mendukung acara ini dan Pengusaha Rokok Lokal untuk mendorong Pita Cukai Khusus,”ungkap Juwair.

Menyatukan Kepentingan, Menguatkan Pertumbuhan, Demi terciptanya keadilan, Kesejahteraan yang Berkualitas dan Bermartabat. Hal senada juga disampaikan oleh Novian Dermawan selaku Kepala KPPBC TMP C Madura dengan Tema Konsep Industri Hasil Tembakau Madura untuk Kesejahteraan Petani Tembakau menuju Madura Maju & Sejahtera.

”Selama ini kami dari KPPBC TMP C Madura selalu berkomunikasi dan Para Petani Tembakau dan Pengusaha Rokok Lokal yang ada di Madura kami jadikan Mitra, Hal hal apa saja yang menjadi hambatan atau keluhan semaksimal mungkin dapat kami sikapi dan bantu,”jelas Novian yang mendapat tepuk tangan dari peserta seminar.

Sebelum Acara Seminar diakhiri Presiden FP3TI Zaini wer wer beserta Romdloni selaku Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas 2 Dirjen Bea & Cukai (DJBC) Kanwil Jatim 1 membubuhkan Tandatangan sebagai bentuk fakta integritas nota kesepakatan untuk mengupayakan dan mendorong pita cukai kelas tiga dan pita cukai khusus agar segera diupayakan untuk diperjuangkan di Pemerintah Pusat.

FP3TI tidak hanya berhenti di seminar hari ini aja, akan tetapi. FP3TI akan menggelar seminar yang sama di beberapa Kota/ Kabupaten se – Jatim. Dan juga akan melakukan kordinasi kepada Kementerian Keuangan,”pungkasnya.(Red)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 22/Ayah Ikuti Pelatihan Kesiapsiagaan Desa

Artikel

MARAK.??.kriminalisasi wartawan ketum Dewan Pers nusantara mengecam keras kriminalisasi jurnalis yang sering terjadi

Artikel

Polsek Maliku Patroli Malam Monitoring Sitkamtibmas Komplek Perkantoran

Artikel

Personel Polsek Kahayan Kuala, menyampaikan pesan Kamtibmas, dan Himbauan kamtibmas dan mendukung Program pemerintah terkait ketahanan pangan

Uncategorized

Sambangi Masyarakat Pesisir Di Pelabuhan Pasar Harian Anggota Satpolairud Berikan Himbauan Kamtibmas Perairan

BERITA UTAMA

Babinsa Bersama Warga Laksanakan Tadarus Malam Pertama Ramadhan

BERITA UTAMA

Pembagian Masker Gratis untuk Warga Masyarakat di Wilkum Polsek Pandih batu

Artikel

CEGAH GANGGUAN KAMTIBMAS DAN JALIN SILATURAHMI, BHABINKAMTIBMAS SAMBANGI WARGA DESA BINAAN