Pandih Batu – Memasuki awal tahun 2026, intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Pulang Pisau mulai menjadi perhatian serius. Guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, personil Polsek Pandih Batu, jajaran Polres Pulang Pisau, Polda Kalteng, meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan pemantauan debit air di sepanjang Sungai Kahayan, Senin (05/01/2026) pagi.
Langkah ini diambil mengingat siklus curah hujan tinggi pada bulan Desember dan Januari yang kerap memicu terjadinya banjir rob. Fenomena ini diwaspadai karena berpotensi menggenangi pemukiman warga hingga merusak berbagai fasilitas umum di wilayah hukum Polsek Pandih Batu.
Pengecekan tidak hanya difokuskan pada arus utama Sungai Kahayan, tetapi juga menyasar pada saluran parit dan drainase di lingkungan warga. Hal ini dilakukan untuk memastikan sirkulasi air tetap lancar dan memetakan titik mana saja yang paling cepat terdampak luapan air.
Kapolres Pulang Pisau AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Pandih Batu Ipda Yuan Sanjaya, S.H., menegaskan bahwa kehadiran polisi di lapangan adalah bentuk tanggung jawab dalam perlindungan masyarakat dari potensi bencana alam.
“Kegiatan pengecekan Sungai Kahayan dan parit ini kami intensifkan karena curah hujan sangat tinggi di bulan Desember dan Januari. Fokus kami adalah melakukan antisipasi sejak dini sebelum bencana terjadi,” ujar Ipda Yuan Sanjaya.
Hasil dari pemantauan lapangan ini langsung dilaporkan secara berkala kepada pimpinan sebagai dasar pengambilan kebijakan dan langkah tanggap darurat jika situasi memburuk. Kapolsek menambahkan bahwa sinergi antara data lapangan dan kesiapan personel adalah kunci utama dalam penanganan bencana.
“Seluruh rangkaian kegiatan pengecekan ini kami laporkan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi dan strategi kesiapsiagaan ke depan,” tambahnya.
Pihak Polsek Pandih Batu juga mengimbau kepada warga, terutama yang bermukim di daerah bantaran sungai, agar selalu waspada terhadap kenaikan debit air yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Warga diminta untuk mengamankan dokumen penting dan peralatan elektronik sebagai langkah proteksi mandiri.
Dengan pengawasan yang ketat dan koordinasi yang baik, diharapkan wilayah Pandih Batu tetap kondusif dan masyarakat dapat terhindar dari kerugian besar akibat potensi banjir rob di awal tahun ini. (Humasrespulpis)










