Pulang Pisau – Suasana tenang di bantaran Sungai Kahayan mendadak pecah menjadi kegemparan. Warga dan pengguna jasa penyeberangan di sekitar Pelabuhan Ferry Pulang Pisau–Kalawa dikejutkan oleh pemandangan memilukan: sesosok jasad manusia tampak mengapung tak bernyawa di permukaan air, Jumat (23/01/2026) siang.
Penemuan jasad dalam posisi telungkup tersebut pertama kali dilaporkan oleh nahkoda kapal ferry yang menerima informasi dari para penumpang. Tak butuh waktu lama bagi kabar ini untuk menyebar, mengundang kerumunan warga yang ingin memastikan identitas korban di Jalan Tingang Menteng, Kecamatan Kahayan Hilir.
Merespons cepat situasi yang mulai menghebohkan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Polres Pulang Pisau (Pulpis), Polsek Kahayan Hilir, BKO Ditpolairud Polda Kalteng, serta BPBD langsung bergerak ke titik lokasi. Sinergi antar-instansi ini menjadi kunci evakuasi berjalan tertib di tengah kepanikan warga.
Kapolres Pulang Pisau, AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Reskrim AKP Rizky Hidayah Harahap, S.Tr.K., S.I.K., mengonfirmasi bahwa timnya tiba di lokasi sesaat setelah laporan diterima pada pukul 14.30 WIB.
“Kami langsung mengambil langkah pengamanan lokasi dan melakukan evakuasi. Personel bahu-membahu mengangkat jasad dari perairan menggunakan Kapal Polair agar bisa segera dilakukan tindakan medis,” ungkap AKP Rizky.
Jasad tersebut langsung dilarikan ke RSUD Pulang Pisau menggunakan unit ambulans. Berdasarkan hasil identifikasi cepat dan visum luar, korban diketahui bernama Tukirah (63), seorang ibu rumah tangga asal Desa Pangkoh Sari, Kecamatan Pandih Batu.
Meski pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan keberatan untuk dilakukan autopsi, pihak kepolisian tetap memastikan seluruh prosedur penanganan penemuan jenazah dilakukan secara profesional.
Kehadiran polisi yang sigap di lokasi kejadian mendapat apresiasi dari masyarakat, yang merasa tenang karena situasi cepat terkendali sehingga aktivitas pelabuhan dapat kembali normal. (Humasrespulpis)










