TargetNews.ID Surabaya – Barakallahu Fii Umrik, Ning Lia — Usia yang Tumbuh Bersama Doa dan Pengabdian Ada perempuan yang bertambah usia. Dan ada perempuan yang bertambah makna.
Dalam setiap langkahnya, ada doa yang dipanjatkan, ada harapan rakyat yang diperjuangkan, dan ada kepedulian yang tak pernah surut.
Hari ini, pertambahan usia Dr. Lia Istifhama, S.Sos., S.H.I., S.Sos.I., M.E.I., bukan hanya hadir sebagai Anggota DPD/MPR RI Provinsi Jawa Timur, tetapi juga sebagai sosok perempuan tangguh yang membawa kelembutan dalam kepemimpinan bukan sekadar hitungan tahun. Ia adalah perjalanan tentang kesetiaan pada amanah, tentang keteguhan menjaga harapan, dan tentang hati yang tetap memilih lembut di tengah kerasnya perjuangan.
Di ruang-ruang aspirasi rakyat, di tengah suara-suara yang membutuhkan pembelaan, Ning Lia hadir bukan hanya sebagai wakil daerah—tetapi sebagai suara nurani. Ada empati dalam setiap sapaan, ada ketulusan dalam setiap keputusan.
“Bagi saya, jabatan hanyalah titipan. Yang abadi adalah doa ibu-ibu yang berharap anaknya mendapat pendidikan lebih baik, dan harapan generasi muda yang ingin masa depannya diperjuangkan.”
Langkahnya mungkin tak selalu mudah. Ada lelah yang tak terlihat, ada tekanan yang tak selalu terdengar. Namun semangat pengabdian tak pernah surut.
“Jika satu langkah kecil saya bisa membuat hidup seseorang lebih ringan, maka di situlah saya menemukan arti pengabdian.”
Di hari istimewa ini, doa-doa mengalir tulus.
Semoga usia yang Allah tambahkan menjadi ladang pahala yang semakin luas.
Semoga setiap lelah berubah menjadi lillah.
Semoga setiap air mata perjuangan diganti dengan kebahagiaan yang tak terduga.
Dan semoga setiap kebaikan yang pernah ditanam, tumbuh menjadi keberkahan yang kembali berlipat.
Teruslah menjadi sosok yang teduh dalam sikap, kokoh dalam prinsip, dan hangat dalam kepedulian.
Karena dari hati yang tulus, lahir kepemimpinan yang menyentuh. Dan pada akhirnya, sejarah tidak selalu mencatat siapa yang paling keras suaranya— tetapi ia akan mengingat siapa yang paling tulus hatinya.
Semoga langkah Ning Lia kelak dikenang bukan hanya karena jabatan, melainkan karena kasih yang diperjuangkan, harapan yang dijaga,
dan kebaikan yang tak pernah berhenti ditanamkan.
Sehat selalu, Ning Lia.
Dijaga Allah dalam setiap langkah, dikuatkan dalam setiap amanah.
Barakallahu fii umrik.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
ANIL










