Pulang Pisau – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pulang Pisau membuktikan bahwa edukasi keselamatan berkendara dapat dilakukan dengan cara yang menyentuh hati. Di tengah pelaksanaan Operasi Keselamatan Telabang 2026, personel Satlantas menggelar aksi nyata bertajuk “Polantas Menyapa” melalui kegiatan Jumat Berkah pada Jumat (13/02/2026).
Kegiatan ini menjadi strategi khusus bagi pihak kepolisian untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, sekaligus memberikan dukungan moril bagi mereka yang menghabiskan waktu bekerja di jalanan.
Dalam aksi tersebut, personel Satlantas menyambangi para tukang parkir, penyapu jalanan, hingga masyarakat kurang mampu. Kehadiran para Polantas ini bukan untuk melakukan penindakan hukum, melainkan untuk menyapa hangat dan membagikan paket sembako serta makanan siap saji.
Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi Polri terhadap para “pejuang jalanan” yang setiap hari membantu menjaga ketertiban dan kebersihan di wilayah Kabupaten Pulang Pisau. Melalui pemberian ini, terjalin komunikasi dua arah yang lebih cair antara petugas dan warga.
Kasat Lantas Polres Pulang Pisau, IPTU Divani Mareta Astuti, S.Tr.K., menjelaskan bahwa pendekatan sosial seperti ini jauh lebih efektif dalam menanamkan kesadaran berlalu lintas. Diharapkan, masyarakat tidak lagi merasa cemas saat bertemu petugas, melainkan merasa dirangkul.
“Di sela-sela Operasi Keselamatan Telabang 2026, kami ingin berbagi sedikit rezeki. Kami menyapa tukang parkir dan penyapu jalanan karena mereka adalah bagian penting dari ekosistem jalan raya. Sambil berbagi, kami juga menyelipkan pesan agar mereka selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di jalan,” ujar IPTU Divani.
Aksi tebar kepedulian ini disambut dengan senyum haru oleh warga. Para penyapu jalanan dan tukang parkir mengaku tidak menyangka akan mendapatkan perhatian khusus dan bantuan langsung dari aparat kepolisian di pagi hari.
Kegiatan ini membuktikan bahwa Operasi Keselamatan Telabang 2026 di wilayah hukum Polres Pulang Pisau tidak hanya bertujuan menciptakan keamanan lalu lintas secara teknis, tetapi juga membangun hubungan emosional yang kuat antara Polri dan masyarakat demi terciptanya budaya tertib yang lahir dari kesadaran diri. (Humasrespulpis)










