Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / INVESTIGASI / KESEHATAN / NEWS / Tag / TNI-POLRI

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:16 WIB

LHKPN Kasat Reskrim Polres Kotabaru Diduga Mengandung Kepalsuan, Data Terdapat Ketidaksesuaian Jabatan dan Nilai Harta

KOTABARU – Laporan Harta dan Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diajukan oleh Kasat Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kotabaru, AKP. SHOQIF FABRIAN YUWINDAYASA, S.T.K., S.I.K., M.H. diduga mengandung unsur kepalsuan. Analisis terhadap data LHKPN yang tercatat menunjukkan adanya ketidaksesuaian jabatan yang diemban, serta fluktuasi nilai harta yang memunculkan pertanyaan terkait transparansi pelaporan. Hal ini disampaikan oleh praktisi hukum / Advokat M. Hafidz Halim, S.H., dalam keterangannya terkait pemeriksaan terhadap dokumen tersebut.

Berdasarkan data LHKPN yang tercatat, SHOQIF FABRIAN YUWINDAYASA telah mengajukan enam laporan sejak tahun 2018. Pada 1 Juni 2018, saat menjabat sebagai Kapolsek Selatan di Kepolisian Daerah Maluku Utara, ia melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp10.000.000 dalam laporan khusus awal menjabat. Kemudian pada 31 Desember 2020, saat menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sektor Satui di Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, nilai hartanya meningkat menjadi Rp37.000.000.

Baca juga  Figur Calon Presiden Dan Lewat Hal Ini Elektabilitas Prabowo Tertinggi di Pilpres 2024.

Pada 29 Mei 2023, dalam laporan khusus awal menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sektor Kelumpang Tengah (Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan), nilai hartanya tercatat Rp46.000.000. Laporan periodik pada 31 Desember 2023 menunjukkan nilai harta tetap Rp71.000.000 dengan jabatan yang sama, dan angka tersebut juga tercatat dalam laporan periodik 31 Desember 2024 ketika ia tercatat menjabat sebagai Kasat Polairud Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan. Namun, dalam laporan khusus awal menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Kotabaru pada 9 Juni 2025, nilai hartanya justru turun menjadi Rp50.000.000.

“Hasil telaah terhadap data LHKPN KPK yang ada menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara jabatan yang tercatat dengan riwayat tugas yang sebenarnya, terutama terkait transisi jabatan dari Kasat Polairud ke Kasatreskrim. Selain itu, fluktuasi nilai harta yang tidak proporsional – terutama penurunan dari Rp71 juta menjadi Rp50 juta saat menjabat sebagai Kasatreskrim – dinilai membutuhkan klarifikasi mendalam,” ujar Hafidz Halim, S.H.

Baca juga  Sambut Hari Bhayangkara Ke 77 Polres Magetan Gelar Bakti Religi

Menurutnya, ketidaksesuaian data jabatan dan perubahan nilai harta yang tidak dapat dijelaskan dengan jelas dapat menjadi indikasi dari upaya untuk menyembunyikan riwayat kepemilikan harta yang sebenarnya. Kepalsuan pada LHKPN bukan hanya melanggar peraturan perundang-undangan yang mengatur kewajiban pelaporan bagi Penyelenggara Negara, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian serta terindikasi paradigma masyarakat yang mengarah kepada dugaan Pencucian Uang.

“Kita perlu melakukan pemeriksaan lebih mendalam terkait sumber daya yang digunakan untuk memperoleh harta yang tercatat, serta memverifikasi setiap item aset dan riwayat jabatan yang dilaporkan. Pihak berwenang perlu segera melakukan klarifikasi dan pemeriksaan administratif maupun pidana terhadap dugaan pelanggaran tersebut guna menjaga integritas sistem pelaporan harta Penyelenggara Negara, bisa saja terindikasi keterangan keterangan palsu oleh Penegak Hukum tersebut” jelasnya.

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Kanit Kamseltibcarlantas, Tegur Pengendara Yang Tidak Menggunakan Helm Saat Berkendara Di Jalan Raya

BERITA UTAMA

Antisipasi Terjadinya Tindak Pidana Polsek Maliku Patroli Malam

Artikel

Satbinmas Polres Pulang Pisau sambangi dan dialogis dengan pedagang

Artikel

Rayakan HUT Polwan ke-76, Polres Pasuruan Santuni Anak Yatim dan Berdoa Bersama untuk Pemilu Aman

Artikel

POLANTAS MENYAPA, SATLANTAS POLRESTA SIDOARJO HADIR BERIKAN PELAYANAN DAN EDUKASI DI SAMSAT

Artikel

Kendal Bersatu Lawan Bullying, Launching Program Zero Bullying di SMK Bina Utama

Artikel

Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya Gelar Baksos dan Bakkes Di Madura

BERITA UTAMA

Danramil 11/Mirit Hadiri Lelang Material Pengadaan Barang dan Jasa di Desa Krubungan
error: Konten dilindungi!!