Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / NEWS / Tag / TNI-POLRI

Sabtu, 28 Februari 2026 - 03:34 WIB

BNPB Tetap Kerja di Bulan Puasa, Senator Lia Istifhama: Momentum Percepat Revisi UU Kebencanaan

TARGETNEWS.ID SURABAYA – Kinerja Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di bawah kepemimpinan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto yang tetap konsisten menangani dampak bencana di tengah bulan Ramadan mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama.

Menurut Lia, langkah Letjen TNI Dr. Suharyanto yang memimpin langsung penyaluran bantuan kepada warga terdampak banjir dan longsor di Aceh Timur menunjukkan bahwa penanganan kebencanaan tidak mengenal waktu, termasuk saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa.

“Di tengah bulan puasa, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto bersama jajaran tetap turun langsung memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan. Ini bentuk kehadiran negara yang tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun,” ujar Lia saat ditemui di Surabaya, Jumat (27/02/26).

Sebagaimana diketahui, BNPB yang dipimpin Letjen TNI Dr. Suharyanto telah menyalurkan bantuan bagi warga penghuni hunian sementara (huntara) di Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur. Bantuan tersebut meliputi paket sembako, matras, kasur, kompor, karpet, hingga kipas angin untuk menunjang kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan.

Baca juga  Babinsa Koramil 13/Buluspesantren Pantau Pembagian Beras PKH Di Desa Binaannya

Lia menilai, konsistensi kerja Letjen TNI Dr. Suharyanto di lapangan sekaligus menjadi momentum penting untuk mengevaluasi dan memperkuat regulasi kebencanaan di Indonesia.

“Intensitas bencana semakin tinggi. Perubahan iklim, tata kelola lingkungan, dan kepadatan penduduk membuat risiko makin kompleks. Karena itu, revisi Undang-Undang Kebencanaan menjadi sangat penting,” tegasnya.

Menurutnya, revisi UU harus menekankan pada penguatan aspek mitigasi, koordinasi lintas sektor, serta kepastian pendanaan tanggap darurat agar tidak terhambat birokrasi.

“UU yang lebih adaptif akan mempercepat respons, memperjelas kewenangan pusat dan daerah, serta memastikan korban tidak menunggu terlalu lama untuk mendapatkan bantuan,” lanjutnya.

Baca juga  Keluarga dan PP Sulsel Harap Kasus Basman Nafa Yaskura Ungkap Kembali Usai Gelar Perkara di Polda

Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu juga menyoroti pentingnya integrasi data kebencanaan berbasis digital agar proses verifikasi kerusakan dan penyaluran bantuan lebih transparan.

“Digitalisasi data kebencanaan harus diperkuat. Dengan sistem yang terintegrasi, potensi tumpang tindih atau keterlambatan distribusi bisa ditekan,” katanya.

Lia berharap revisi UU Kebencanaan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan lapangan, termasuk memperkuat peran relawan dan masyarakat lokal dalam fase mitigasi dan rehabilitasi.

“BNPB di bawah kepemimpinan Letjen TNI Dr. Suharyanto sudah menunjukkan konsistensi kerja. Kini regulasinya yang harus kita perkuat. Bencana bukan sekadar urusan tanggap darurat. Ini soal ketahanan nasional. Negara harus hadir dari fase pencegahan hingga pemulihan,” pungkasnya.

ANIL

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Personel Polsek Sebangau Kuala Berikan Himbauan dan Sosialisasi Karhutla

BERITA UTAMA

Hadiri Perpisahan SMAN 10 Palangka Raya, Bripka Edris Lakukan Ini

Artikel

Polisi Berhasil Mengungkap Misteri Meninggalnya IRT di Malang, 1 Tersangka Ditangkap di Surabaya

Artikel

Danramil 22/Ayah Terjunkan Babinsa Berastas Sarang Nyamuk

Artikel

CEGAH GANGGUAN KAMTIBMAS DAN JALIN SILATURAHMI, BHABINKAMTIBMAS FOOD ESTATE SAMBANGI WARGA DESA BINAAN

Artikel

Sampaikan Imbauan Kamtibmas Kepada Masyarakat, oleh Personel Polsek Maliku

Artikel

Sinergi Kodim, Polsek, dan Panwas: Pengamanan Kampanye di Desa Bilas Berjalan Lancar

Artikel

Cegah Laka Lantas, Satlantas Patroli Rutin Di Daerah Rawan Kecelakaan Lalu Lintas