Surabaya – Momentum Syawalan Pemuda Jawa Timur tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang edukasi politik bagi generasi muda. Dalam forum tersebut, Ketua KPU Jawa Timur, Aang Kunaifi, menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemuda dalam proses demokrasi.
Mengawali dengan salam dalam suasana bulan Syawal, Aang mengingatkan bahwa hak pilih bukan sekadar digunakan saat hari pencoblosan. Lebih dari itu, masyarakat—khususnya pemuda—harus terlibat sejak awal dalam mengawal proses pemilu.
“Pemilu tetap berjalan, tetapi kualitasnya sangat ditentukan oleh partisipasi publik. Jangan sampai muncul sikap apatis, baik terhadap penyelenggara maupun prosesnya,” tegasnya, Minggu (29/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa dalam konteks penyelenggaraan pemilu, masyarakat memiliki ruang untuk memberikan tanggapan, termasuk menilai rekam jejak penyelenggara serta kebijakan yang diatur dalam undang-undang.
Menurutnya, kontrol publik menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
Aang juga menyoroti transisi sistem pemilu di Indonesia yang terus berkembang, seiring dengan dinamika regulasi dan kebutuhan masyarakat.
Oleh karena itu, ia mendorong generasi muda untuk lebih memahami proses tersebut agar tidak hanya menjadi pemilih pasif.
“Artinya, keterlibatan itu tidak hanya saat hari H pencoblosan, tetapi jauh sebelum itu. Masyarakat harus aktif menyoroti, mengawal, dan memahami prosesnya,” ujarnya.
Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, ia melihat peluang besar bagi pemuda untuk berperan lebih luas dalam demokrasi. Informasi yang semakin terbuka harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran politik, bukan justru memperkuat sikap apatis.
Menjelang Pemilu 2029, Aang menegaskan bahwa tantangan akan semakin kompleks. Karena itu, generasi muda dituntut untuk adaptif, kritis, dan berintegritas dalam menyikapi perkembangan zaman.
“Anak-anak muda harus siap dan adaptif. KPU selalu terbuka, tetapi penyelenggaraan pemilu tidak akan maksimal tanpa partisipasi aktif masyarakat,” pungkasnya.
Melalui forum ini, diharapkan kesadaran politik pemuda Jawa Timur semakin meningkat, sehingga mampu berkontribusi dalam menciptakan pemilu yang berkualitas dan demokratis di masa mendatang.
Anil










