Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / NEWS / Tag / TNI-POLRI / Uncategorized

Jumat, 3 April 2026 - 22:33 WIB

Bioetanol dari Tebu Bisa Jadi Solusi Energi Nasional? Ini Stategi Menurut Lia Istifhama

Bioetanol dari Tebu Bisa Jadi Solusi Energi Nasional? Ini Stategi Menurut Lia Istifhama

Bioetanol dari Tebu Bisa Jadi Solusi Energi Nasional? Ini Stategi Menurut Lia Istifhama

 

Bioetanol dari Tebu Bisa Jadi Solusi Kemandirian Energi Nasional? Ini Penjelasan Lia Istifhama

Surabaya – Upaya mewujudkan kemandirian energi nasional kini semakin mengarah pada pemanfaatan energi terbarukan berbasis sumber daya lokal. Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Lia Istifhama, menyoroti besarnya potensi bioetanol sebagai energi alternatif masa depan yang dapat menjadi solusi strategis bagi Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Lia usai melakukan pertemuan dengan jajaran PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Surabaya. Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa sektor tebu kini mengalami transformasi peran, dari sekadar penghasil gula menjadi bagian penting dalam rantai energi hijau nasional.

“Ke depan, kita tidak bisa hanya berpikir soal gula. Tebu harus dilihat sebagai komoditas strategis yang juga berkontribusi pada kemandirian energi nasional,” ujar Lia, pada Kamis (02/04/2026).

Perubahan paradigma terhadap komoditas tebu menjadi salah satu poin penting dalam pembahasan tersebut. Selama ini, tebu identik dengan produksi gula, namun kini memiliki nilai tambah melalui pengolahan limbah atau hasil samping berupa tetes (molasses).

Tetes tebu inilah yang kemudian dapat diolah menjadi bioetanol, bahan bakar ramah lingkungan yang dinilai mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil.

Transformasi ini menjadi peluang besar, terutama di daerah dengan basis produksi tebu yang kuat seperti Jawa Timur.

Baca juga  Sambangi Warga Dengan Humanis, personel Polsek Sebangau Kuala Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Warganya

Sebagai provinsi penghasil lebih dari 50 persen gula konsumsi nasional, Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam pengembangan bioetanol.

Lia Istifhama menilai, jika potensi ini dimaksimalkan dengan serius, Jawa Timur tidak hanya akan dikenal sebagai lumbung gula nasional, tetapi juga sebagai pusat energi terbarukan berbasis tebu.

“Kalau potensi ini dimaksimalkan, Jawa Timur tidak hanya menjadi lumbung gula, tetapi juga bisa menjadi pusat energi hijau nasional,” tegas Lia.

Dengan dukungan infrastruktur industri gula yang sudah ada, percepatan pengembangan bioetanol dinilai lebih realistis untuk dilakukan di wilayah ini dibandingkan daerah lain.

Lia menekankan bahwa pengembangan bioetanol tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan integrasi yang kuat antara sektor pertanian dan energi agar manfaatnya dapat dirasakan secara menyeluruh.

Integrasi ini tidak hanya akan memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani tebu.

“Kalau ini berjalan, petani tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi energi nasional,” ungkap Lia.

Pendekatan ini juga dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih berkelanjutan dan inklusif di tingkat daerah.

Meski memiliki potensi besar, pengembangan bioetanol di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari sisi ekonomi.

Baca juga  Pedagang Ikan Di Belakang Pasar Srimangunan Sampang Dikeluhkan Warga Sekitar

Biaya produksi bioetanol yang relatif lebih tinggi dibandingkan bahan bakar fosil menjadi hambatan utama dalam pengembangannya.

Lia mengingatkan bahwa peran negara sangat penting dalam mengatasi tantangan ini, baik melalui kebijakan insentif, subsidi, maupun regulasi yang mendukung.

“Ini tantangan yang harus dijawab bersama. Negara harus hadir untuk memastikan energi hijau ini bisa kompetitif dan berkelanjutan,” ujar Lia.

Pengembangan bioetanol juga sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong penggunaan energi berbasis sumber daya domestik.

Langkah ini tidak hanya sebagai respons terhadap dinamika global, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi impor energi dan meningkatkan kemandirian nasional.

Dengan pemanfaatan bioetanol, Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat posisi sebagai negara yang tidak hanya kaya sumber daya, tetapi juga mampu mengelolanya secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, Lia Istifhama menekankan bahwa keberhasilan pengembangan bioetanol akan sangat bergantung pada keterlibatan seluruh pihak, terutama petani.

Dengan pendekatan yang tepat, petani tidak hanya menjadi produsen bahan baku, tetapi juga bagian dari solusi strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional.

“Kalau ini berjalan, petani tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi energi nasional,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Bersama Warga Desa Binaan Personel Kodim 1009/Tla Gotong Royong Bersihkan Bantaran Sungai

BERITA UTAMA

Kapolresta Palangka Raya bersama PJU Ikuti Vicon Penyampaian Arahan Kapolda Kalteng

Uncategorized

Personil Polsek Kahayan Kuala giat KRYD berupa Patroli Kamtibmas guna Cegah Kriminalitas.

Uncategorized

Unit Gakkum (Penegakan Hukum) Sat Lantas Polres Pulang Pisau Melaksanakan Kegiatan Patroli Daerah Blackspot / Rawan Laka Lantas Pulang Pisau

Artikel

𝙃𝙞𝙢𝙗𝙖𝙪𝙖𝙣 𝙆𝙚𝙩𝙪𝙖 𝙋𝙧𝙚𝙨𝙞𝙙𝙪𝙢 𝙁𝙋𝙄𝙄, 𝘿𝙧𝙖.𝙆𝙖𝙨𝙞𝙝𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙆𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙎𝙚𝙡𝙪𝙧𝙪𝙝 𝙋𝙚𝙣𝙜𝙪𝙧𝙪𝙨 𝙎𝙚𝙧𝙩𝙖 𝘼𝙣𝙜𝙜𝙤𝙩𝙖 𝙁𝙤𝙧𝙪𝙢 𝙋𝙚𝙧𝙨 𝙄𝙣𝙙𝙚𝙥𝙚𝙣𝙙𝙚𝙣𝙩 𝙄𝙣𝙙𝙤𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖 (𝙁𝙋𝙄𝙄) 𝙙𝙞 𝙎𝙚𝙡𝙪𝙧𝙪𝙝 𝙏𝙖𝙣𝙖𝙝 𝘼𝙞𝙧

BERITA UTAMA

Mudik Gratis, Rasa Aman Maksimal: Polisi Lakukan Ramp Check Ketat, Ribuan Pemudik Tersenyum

BERITA UTAMA

Danramil 09/Kutowinangun Ungkapkan Bela Sungkawa Ibunda Koptu Nanang

Artikel

Polres Ponorogo Amankan 13 Pelajar Turut Konvoi Perguruan Silat Jelang Subuh