TargetNews.ID Surabaya, 6 April 2026 – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas, terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan budaya layanan yang berintegritas melalui sosialisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) kepada para pengemudi truk eksternal.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (2/4/2026) di area parkir ekspor TPS, Surabaya, dan diikuti oleh para pengemudi truk yang beraktivitas di lingkungan operasional terminal. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mengimplementasikan komitmen “Pelindo Bersih” secara konsisten di seluruh lini layanan, termasuk pada layanan receiving delivery.
Mengusung tagline “Reliable Terminal with Service Excellence” serta semangat “Melayani Sepenuh Hati”, TPS memastikan bahwa kelancaran operasional terminal dapat dirasakan langsung oleh para pengguna jasa. Dalam kegiatan tersebut, TPS juga menyampaikan berbagai potensi kendala operasional di lapangan serta memperkenalkan kanal komunikasi resmi yang dapat dimanfaatkan oleh pengemudi untuk memperoleh informasi maupun solusi secara cepat dan transparan.
Perusahaan menegaskan bahwa kelancaran arus barang di terminal tidak ditopang oleh praktik-praktik menyimpang, melainkan oleh sistem layanan yang andal dan komunikasi yang terbuka. Jika ditemukan indikasi adanya permintaan imbalan, pungutan liar, atau bentuk gratifikasi lainnya, TPS menyediakan kanal pengaduan resmi melalui Whistleblowing Pelindo yang dapat diakses secara aman dan rahasia.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menegaskan pentingnya rasa aman bagi para pengemudi truk saat beraktivitas di terminal.
“Kami ingin pengemudi truk tahu bahwa jika ada kendala di lapangan, ada jalur komunikasi resmi yang bisa digunakan. Kelancaran layanan di TPS bukan karena pungutan atau imbalan, tetapi karena sistem yang kami jalankan secara konsisten sesuai Komitmen Pelindo Bersih dan SMAP,” ujarnya.
Selain sosialisasi, TPS juga menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan kerja dengan membagikan perlengkapan keselamatan berupa helm dan rompi kepada para pengemudi truk. Langkah ini diharapkan dapat mendorong terciptanya budaya kerja yang aman, tertib, dan disiplin di kawasan pelabuhan.
Melalui kegiatan ini, TPS berharap nilai-nilai integritas, transparansi, dan akuntabilitas semakin tertanam di seluruh lini operasional. Sinergi antara perusahaan dan mitra kerja pun diharapkan semakin kuat, guna mendukung terciptanya layanan logistik yang berkelanjutan, berdaya saing, serta berorientasi pada tata kelola yang baik dan bebas dari praktik suap maupun pungutan liar.
ANIL










