Home / Artikel / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM / KESEHATAN / NEWS / Tag / TNI-POLRI

Senin, 27 April 2026 - 17:43 WIB

Tebang Pilih di Langit Biru Warakawuri Digusur, Keadilan Ikut Dikemas dalam Kardus

Surabaya ‎Langit di atas Perum AURI Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Senin (27/4/2026), tampak biasa saja, tetapi di bawahnya, drama yang lebih mirip ironi ketimbang penertiban berlangsung dengan iring iringan armada milik TNI AU dan ratusan personel berseragam lengkap yang turun untuk mengeksekusi rumah dinas.

‎Bukan operasi militer bukan latihan tempur, yang dihadapi justru para pensiunan dan warakawuri yang menua bersama kenangan pengabdian.

‎Dari 10 rumah yang semula diagendakan digusur, hanya 9 yang dieksekusi satu rumah tersisa, entah karena pertimbangan langit atau hitungan bumi, luput dari “serangan” di titik inilah publik mulai bertanya, apakah ini penertiban atau sedang praktik tebang pilih berkedok ketertiban

‎Hasnah (83), seorang warakawuri yang turut terusir dari tempat tinggalnya, hanya bisa duduk di warung depan gang rumah yang baru saja kehilangan pintu, jendela, dan kenangan.

Baca juga  Remaja Kelompok Gangster SSTB, All Star Terlibat Bentrokan Kalilom Lor Surabaya di Amankan Polres Tanjung Perak

‎“Dalam usia saya saat ini masih harus memikirkan tempat tinggal, sedangkan suami saya telah mengabdi pada negara tanpa pamrih, saya hanya ingin akhir hayat saya tenang,” ucapnya lirih.

‎Ucapan itu seperti menampar jargon penghormatan kepada veteran yang selama ini kerap lantang di podium, tapi lirih dalam praktik.

‎Ironinya, surat keberatan dan permohonan penundaan eksekusi yang dilayangkan kuasa hukum penghuni pada Jumat (25/4/2026) belum berbalas. Arfan, kuasa hukum warga, menyebut ketika menyampaikan keberatan di lapangan, respons yang diterima justru sebatas “silakan bersurat resmi”.

‎Sebuah jawaban administratif yang terasa dingin di tengah warga yang rumahnya sedang dipreteli,

‎“Kalau dieksekusi satu ya eksekusi semua, jangan hanya tebang pilih,” ujar Budi, anak salah satu warakawuri yang rumahnya dikosongkan.

Baca juga  POLDA JATIM SERAHKAN TERSANGKA SR DAN BARANG BUKTI KE KEJARI MALANG

‎Pernyataan itu bukan sekadar protes, melainkan sindiran telak terhadap logika penertiban yang tampak kehilangan asas setara.

‎Publik pun bertanya tanya, jika ini soal aturan, mengapa hanya sembilan Jika ini penegakan disiplin, mengapa masih menyisakan satu, Jangan jangan keadilan memang sedang dipraktikkan dengan sistem seleksi.

‎Dulu para prajurit diajarkan tidak meninggalkan kawan di medan perjuangan, kini para janda prajurit justru merasa ditinggalkan oleh institusi yang pernah dibela suami mereka, barangkali benar kata Bung Karno, perjuangan paling berat adalah melawan bangsa sendiri, sebab musuh kali ini bukan datang membawa senjata, tetapi surat perintah pengosongan.

‎Di Sawunggaling, Senin itu, yang diangkut bukan hanya barang barang penghuni, tetapi juga rasa hormat yang perlahan ikut dipindahkan dari rumah dinas menuju tanda tanya besar tentang nurani.(red/Lbd)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Kenakan Pakaian Adat Nusantara, 7.777 Orang Ikuti Upacara Hari Amal Bhakti

Artikel

Polri Tetapkan Satu Tersangka TPPO dari 699 WNI yang Dipulangkan dari Myanmar

TNI-POLRI

Bhabinkamtibmas Polsek Maliku Himbau Masyarakat jaga Hutan dan Lahan dengan Baik.

BERITA UTAMA

Polresta Palangka Raya Laksanakan Pam Objek Vital saat Aktivitas Penerbangan Bandara Tjilik Riwut

Artikel

Bentuk Kepedulian Polres Pulang Pisau : Laksanakan Patroli Cegah Kecelakaan Lalu Lintas di Daerah Rawan

Artikel

Memperingati Hakordia 2025, Polres Gresik Ajak Generasi Muda dan Masyarakat Melawan Korupsi

Artikel

Khidmat dan Aman, Pawai Sambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah Dikawal Polres Pulang Pisau

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 09/Kutowinangun Minta Perangkat Desa Jalin Kemitraan