TARGETNEWS.ID, Kota Batu – Komisi B DPRD Kota Batu melakukan rapat koordinasi terkait program kerja Dinas Pariwisata Kota Batu di tahun 2026. Rapat dihadiri oleh 6 anggota dewan termasuk Wakil Ketua komisi B Bambang Prahmono, dan Kepala Dinas Pariwisata Onny Ardianto,S.Sos.,M.M, berlangsung di ruang Banmus,pada Jumat (29/5/2026) siang.
Rapat program dinas Pariwisata cukup menarik untuk bisa diaplikasikan di wilayah Kota Batu, karena program yang disampaikan dari Dinas Pariwisata sangat positif bisa mengangkat potensi wisata lokal yang memiliki karakter maupun cirikhas tersendiri dari Kota Batu.
“Kami selaku anggota dewan dari komisi B, sangat mendukung program-program Dinas Pariwisata yang akan bisa meningkatkan kembali kunjungan wisatawan yang akan hadir di Kota Batu.
Tentunya hal ini akan bisa mendorong jumlah wisatawan yang hadir dan berdampak menambah pendapatan asli daerah (PAD)di sektor pariwisata,”kata Bambang Prahmono.
Laju jumlah kunjungan wisatawan yang hadir di Kota Batu, Dinas Pariwisata akan menjual program kalender wisata. Seperti halnya digelarnya Batu Flower Festival (BFF) dan Banteng Newswantoro, wisata peninggalan candi-candi, maupun desa wisata yang ada di empat desa.
“Harapannya bagaimana caranya Dinas Pariwisata Batu bisa meningkatkan kunjungan wisatawan lebih banyak dan betah ingin kembali ke Batu.
Maka dasar-dasar konsep yang dibahas di 2026 ini,kalau bisa yang hadir di kota Batu bulan wisatawan lokal saja, melainkan bisa menghadirkan wisatawan dari mancanegara,”papar Bambang Prahmono.
Kesempatan itu Kepala Dinas Pariwisata Batu Onny Ardianto mengatakan, dengan situasi perekonomian dewasa ini memang sangat lesu. Hal ini berdampak pada semua sektor, utamanya pada sektor pariwisata juga terkena imbas.
“Karena jika dilihat secara data kunjungan wisatawan yang hadir di Kota Batu hingga sampai saat ini okupansinya mengalami jumlah penurunan mencapai 30-40 persen. Maka progres Dinas Pariwisata Batu berkolaborasi dengan PHRI, UMKM, akan terus inofasi mendorong desa wisata yang harus dijual pada calon wisatawan,”ucap Onny.
Terkait wisata kalender di Kota Batu sudah banyak ragam yang bisa dijual pada tamu kunjungan. Seperti halnya Batu Festival Flower (BFF) dan Banteng Newswantoro, dan kesenian lainya maupun wisata peninggalan kerjaan yang bisa di dorong untuk di promosikan.
“Hal itu tak lepas pula dari wisata kuliner, wisata Oleh Oleh, dan UMKM, untuk bisa di promosikan baik melalui TL atau medsos. Tujuannya agar bisa mendorong hasil UMKM masyarakat bisa laku pesat dan pendapatan nilai ekonomi kemasyarakatan serta mendongkrak pendapatan daerah (PAD) untuk sektor pariwisata,”ujarnya.
Secara nasional ekonomi boleh lesu, akan tetapi pemerintah daerah Kota Batu melalui Dinas Pariwisata tetap optimis, bahwa Kota Batu tetap menjadi primadona jujugan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. (wan).










