SAMPANG — Sejumlah aktivis di Kabupaten Sampang mendesak PT Garam agar pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) dilakukan secara transparan, akuntabel, dan terjadwal setiap tahun dengan nominal anggaran yang jelas untuk mendukung pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Desakan tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian terhadap pentingnya keberadaan program CSR yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan sosial di lingkungan sekitar perusahaan.
Aktivis Sampang, Syamsuddin, menegaskan bahwa pengelolaan dana CSR harus dilakukan secara terbuka agar masyarakat mengetahui besaran anggaran yang dialokasikan serta program-program yang akan dijalankan.
“CSR PT Garam harus transparan dan akuntabel sehingga benar-benar dapat diperuntukkan bagi kebutuhan pengembangan masyarakat terdampak. Programnya harus terjadwal setiap tahun dengan nominal yang jelas dan penggunaannya dimusyawarahkan bersama masyarakat,” ujar Syamsuddin.
Menurutnya, mekanisme musyawarah perlu menjadi bagian penting dalam perencanaan program CSR agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat, baik di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, maupun pembangunan lingkungan.
Para aktivis berharap PT Garam dapat membangun komunikasi yang lebih intensif dengan masyarakat dan melibatkan berbagai unsur, termasuk tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta kelompok warga dalam menentukan prioritas penggunaan dana CSR.
Dengan sistem yang transparan dan partisipatif, program CSR diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat sekitar perusahaan.
(Red)










