Brebes,Targetnews.id -Potensi tambak air payau seluas 9.923 hektare menjadikan Kabupaten Brebes sebagai salah satu daerah dengan kekuatan besar di sektor perikanan budidaya. Komoditas unggulan seperti bandeng dan udang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah. Untuk mendukung peningkatan produktivitas tambak, Pemerintah Kabupaten Brebes meluncurkan penebusan pupuk bersubsidi sektor perikanan Tahun 2026 yang manfaatnya mulai dirasakan langsung oleh para pembudidaya.
Salah satunya adalah Wasirudin, petani tambak asal Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba. Ia mengaku lebih optimistis mengelola tambaknya karena kini biaya produksi dapat ditekan melalui program pupuk bersubsidi.
Alhamdulillah kami merasa sangat terbantu. Dengan adanya pupuk bersubsidi dan harganya yang lebih terjangkau, biaya produksi menjadi lebih ringan sehingga kami semakin semangat mengelola tambak,” ujar Wasirudin usai mengikuti peluncuran penebusan pupuk bersubsidi di Aula Balai Desa Grinting, Senin (29/06/2026).
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Brebes, Dinas Perikanan, dan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang dinilai telah memberikan perhatian kepada para pembudidaya ikan. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi petani tambak untuk terus meningkatkan hasil budidaya.
Peluncuran penebusan pupuk bersubsidi di lakukan langsung oleh Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma didampingi Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes Eko Supriyanto. Kegiatan juga dihadiri Manager Wilayah Jateng 2 PT Pupuk Indonesia (Persero) Safari Yusuf, Kepala Desa Grinting, pengurus BUMDes Moncer Bae, penyuluh perikanan, kelompok pembudidaya ikan, dan petani tambak.
Paramitha mengatakan, program pupuk bersubsidi merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor perikanan budidaya yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Menurutnya, pupuk tidak hanya menjadi kebutuhan sektor pertanian, tetapi juga berperan penting dalam budidaya perikanan karena membantu menumbuhkan pakan alami yang berdampak pada peningkatan produktivitas tambak.
Pemerintah akan terus berupaya memberikan kemudahan kepada para pembudidaya melalui program pupuk bersubsidi. Harapannya, fasilitas ini benar-benar dimanfaatkan agar produktivitas tambak meningkat dan kesejahteraan masyarakat perikanan semakin baik,” tegasnya.
Paramitha menjelaskan, pelaksanaan program tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 22 Tahun 2025 tentang pemberian subsidi pupuk bagi pembudidaya ikan. Di Kabupaten Brebes, pendataan calon penerima dilakukan melalui sistem elektronik e-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Pembudidaya (e-RDKK Perikanan/e-RPSP).
Hingga saat ini, sebanyak 554 pembudidaya telah terdaftar sebagai penerima pupuk bersubsidi. Sementara itu, alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Brebes pada 2026 mencapai 1.500 ton yang terdiri atas pupuk Urea dan SP-36. Bupati juga memastikan proses penebusan kini semakin mudah karena pembudidaya cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke kios atau titik penyaluran resmi, salah satunya melalui BUMDes Moncer Bae Desa Grinting.
Saya berharap para penyuluh terus memberikan pendampingan dan edukasi agar seluruh pembudidaya yang berhak dapat memanfaatkan program ini dengan baik,” pesannya.
Manager Wilayah Jateng 2 PT Pupuk Indonesia (Persero), Safari Yusuf, menegaskan pihaknya siap menjamin ketersediaan stok dan kelancaran distribusi pupuk bersubsidi hingga ke titik penyaluran. Menurutnya, sinergi dengan pemerintah daerah, Dinas Perikanan, BUMDes, dan penyuluh terus dilakukan agar penyaluran berjalan tepat waktu, tepat sasaran, serta mudah diakses pembudidaya.
Semoga seluruh kuota pupuk yang telah di alokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas tambak masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes Eko Supriyanto mengatakan, dukungan pupuk bersubsidi sebanyak 1.500 ton diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan tambak air payau seluas 9.923 hektare. Dengan meningkatnya produktivitas komoditas unggulan seperti bandeng dan udang, sektor perikanan diharapkan semakin berkontribusi terhadap ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Kabupaten Brebes.
Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mengawal penyaluran pupuk agar terlaksana tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat manfaat sehingga manfaat program benar-benar dirasakan oleh para pembudidaya ikan di Kabupaten Brebes,” pungkasnya.(Fauzi/Hms)










