Slawi, TargetNews.ID– Pemerintah Kabupaten Tegal mendorong percepatan perbaikan Bendung Danawarih dan Bendung Cipero yang mengalami kerusakan demi menjaga keberlangsungan irigasi pertanian dan mendukung target swasembada pangan nasional.
Permintaan tersebut disampaikan Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, kepada Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian yang juga Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Jawa Tengah, Andi Nur Alam Syah, dalam kegiatan Tanam Perdana dan Rapat Koordinasi Program Percepatan Perluasan Areal Tanam (PAT) serta Optimalisasi Lahan Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Tegal, Jumat (17/7/2026).
Ischak menegaskan, keberadaan dua bendung tersebut memiliki peran vital dalam memasok kebutuhan air irigasi bagi ribuan hektare lahan pertanian. Jika kerusakan tidak segera ditangani secara permanen, dikhawatirkan akan mengganggu musim tanam dan menurunkan hasil panen petani.
Ia menjelaskan, Bendung Danawarih sebelumnya telah memperoleh alokasi anggaran rehabilitasi sekitar Rp60 miliar pada 2025. Namun, bangunan tersebut kembali mengalami kerusakan akibat banjir saat musim penghujan sehingga debit air menuju saluran intake menurun.
Sementara itu, Bendung Cipero yang berada di Desa Kedungjati, Kecamatan Warureja, hingga kini masih ditangani secara darurat oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, penanganan permanen baru direncanakan pada 2027.
“Ini sangat penting karena bendung tersebut mengairi lahan pertanian di tiga kecamatan. Jika penanganannya terlambat, kami khawatir musim tanam kedua akan terganggu dan berdampak pada penurunan produksi padi,” ujar Ischak.
Menurutnya, keberhasilan Program Perluasan Areal Tanam tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan, tetapi juga didukung infrastruktur irigasi yang memadai. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi dapat dipercepat.
Selain meminta dukungan percepatan perbaikan bendung, Ischak juga mengapresiasi perhatian Kementerian Pertanian terhadap pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Tegal. Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat, termasuk dalam penyediaan sarana produksi dan modernisasi pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani.
Menanggapi aspirasi tersebut, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah, memastikan pihaknya terus menjalin koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat penyelesaian persoalan bendung maupun jaringan irigasi di berbagai daerah.
“Silakan persoalan bendungan dan jaringan irigasi segera dikomunikasikan. Kami bersama Kementerian Pekerjaan Umum terus berkoordinasi agar proses penanganannya bisa dipercepat,” kata Andi.
Percepatan rehabilitasi Bendung Danawarih dan Bendung Cipero diharapkan mampu menjamin pasokan air irigasi secara berkelanjutan, sehingga target peningkatan produksi pangan nasional dapat tercapai sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Tegal.










