Pasuruan TargetNews.ID Rabu, 22 Juli 2026 | sekitar pukul 12.00 WIB, puluhan siswa SMAN 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, diduga mengalami keracunan setelah menyantap hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Jalan Dr. Sutomo, Dusun Sukun, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan.
Peristiwa tersebut terjadi usai para siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar dan menerima jatah makan siang dari Program Makan Bergizi Gratis. Seperti biasa, makanan didistribusikan dari dapur SPPG menuju sekolah untuk kemudian dibagikan kepada para siswa.
Namun, tidak berselang lama setelah makanan disantap, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak nyaman. Beberapa siswa mengalami gejala gatal-gatal pada kulit, disertai mual dan muntah-muntah. Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah segera mengambil langkah cepat dengan memberikan pertolongan pertama serta berkoordinasi dengan petugas kesehatan dan Puskesmas Pandaan.
Berdasarkan data sementara, terdapat 22 siswa yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan tersebut. Dari jumlah itu, sembilan siswa harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Pandaan karena memerlukan observasi dan perawatan intensif.

Adapun sembilan siswa yang menjalani perawatan di IGD Puskesmas Pandaan adalah:
1.Keysya
2.Hasya
3.Tevy
4.Devina
5.Lailatul M.
6.M. Erland Izzul
7.Alnano
8.Elisya
9.Putri Rahayu
Sementara itu, siswa lainnya yang mengalami keluhan ringan tetap berada di bawah pemantauan pihak sekolah dan tenaga kesehatan. Kondisi para siswa yang dirawat di IGD dilaporkan dalam keadaan sadar dan stabil setelah mendapatkan penanganan dari tim medis.
Mengetahui adanya dugaan keracunan tersebut, pihak sekolah segera melaporkan kejadian kepada instansi terkait agar dilakukan penanganan lebih lanjut. Petugas kesehatan bersama pihak berwenang juga melakukan pendataan terhadap siswa yang mengalami gejala, sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang telah dikonsumsi.
Sampel makanan dari Program Makan Bergizi Gratis tersebut rencananya akan diperiksa untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para siswa. Pemeriksaan ini meliputi proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan dari dapur SPPG ke sekolah.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi mengenai hasil uji laboratorium ataupun penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Pihak terkait masih melakukan penyelidikan dan pendalaman agar penyebab kejadian dapat segera diketahui.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena Program Makan Bergizi Gratis merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan asupan gizi peserta didik. Oleh karena itu, aspek kebersihan, keamanan pangan, kualitas bahan baku, hingga proses distribusi makanan diharapkan menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Pihak sekolah berharap seluruh siswa yang terdampak dapat segera pulih dan kembali mengikuti kegiatan belajar seperti biasa. Sementara itu, orang tua siswa juga terus mendapatkan informasi mengenai perkembangan kondisi putra-putri mereka selama menjalani perawatan maupun observasi dari tenaga medis.(Atk)










