Home / BERITA UTAMA

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:53 WIB

RS Pusri Palembang Putus Kerja Sama dengan dr Tamara Usai Komentar soal Pasien BPJS Tuai Kecaman

TargetNews.ID Palembang – Manajemen RS Pusri Palembang resmi mengakhiri kerja sama dengan dr Tamara Dewi Jasmine sebagai dokter mitra pada Kamis, 6 Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil menyusul polemik komentar di media sosial yang dinilai merendahkan dan tidak menunjukkan empati terhadap pasien BPJS Kesehatan.

Pemutusan kerja sama dilakukan setelah pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan internal, pemanggilan, klarifikasi, serta pembinaan terhadap dokter yang bersangkutan. Manajemen menilai persoalan tersebut berkaitan dengan pentingnya menjaga profesionalisme, etika profesi, dan tata kelola pelayanan kesehatan.

Baca juga  Srikandi Rutan Kelas I Surabaya Pimpin Upacara Hari Ibu 2025, Wujud Nyata Komitmen Pelayanan Humanis

Polemik bermula dari komentar dr Tamara di media sosial yang kemudian viral dan memicu gelombang kritik publik. Unggahan tersebut dikaitkan dengan keluhan almarhum Yurizal Tri Chaerawan mengenai pengalamannya menunggu kamar rawat inap BPJS Kesehatan.

Manajemen RS Pusri menegaskan, keputusan mengakhiri kerja sama merupakan bentuk komitmen institusi dalam menegakkan standar profesionalisme dan memastikan seluruh tenaga kesehatan mematuhi etika serta ketentuan yang berlaku.

Meski komentar tersebut disampaikan melalui akun pribadi, pihak rumah sakit tetap melakukan evaluasi internal hingga akhirnya memutuskan hubungan kerja sama dengan dr Tamara sebagai dokter mitra.

Baca juga  Satlantas Polres Tanjung Perak Tingkatkan Keselamatan Melalui Pengaturan Lalu Lintas Pagi dan Sore Hari

RS Pusri juga memastikan polemik tersebut tidak akan mengubah komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat. Setiap pasien, termasuk peserta BPJS Kesehatan, ditegaskan berhak memperoleh pelayanan yang profesional, aman, bermutu, dan berkeadilan tanpa diskriminasi.

Kasus ini menjadi sorotan publik sekaligus pengingat bahwa tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi profesional, tetapi juga menjunjung tinggi etika dan empati, termasuk dalam berkomunikasi di ruang digital.

Bersambung,,,,,,,…..???

Share :

Baca Juga

Artikel

Antisipasi Luapan Air Sungai, Personel Kodim 1009/Tla Bersama Warga Melaksanakan Karya Bakti Bersihkan Sungai

BERITA UTAMA

Kapolres Madiun Minta Semua Elemen Masyarakat Jaga Kedamaian Tidak Mudah Terprovokasi

Artikel

Antisipasi Karhutla sejak dini, Sat Samapta Polres Pulpis Gelar Patroli Maja

Artikel

Kepala Kepolisian Resor Pulang Pisau beserta staf dan jajaran mencupakan : Turut Berduka Cita Atas Berpulangnya IBU CAMALIA YASMIN Binti MUHAMMAD Bin AYUB Istri tercinta dari Brigjen Pol. Dr. Rakhmad Setyadi, S.I.K., S.H., M.H.

Artikel

Alumni FEB UNAIR Raih Karier Strategis di Bank Global Belanda

BERITA UTAMA

Melalui Program Bajaka Presisi Bhabinkamtibmas Food Estate Polres Pulang Pisau Ajak anak-anak membaca

BERITA UTAMA

Rutin Anggota Satpolairud Sampaikan Sanksi Bagi Pelaku Karhutla

Artikel

Kuasa Hukum Guntur Indra Cahya, Resmi Melaporkan Pasangan Nikah Sirih di Mapolres Bojonegoro