Home / BERITA UTAMA / DAERAH / HUKRIM

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Warga Dharma Tanjung Tolak Rencana Pembangunan dan Pelebaran Jalan Jembatan, Khawatir Usaha Terancam Mati

Sampang — Rencana pembangunan dan peninggian jembatan serta pelebaran jalan di Desa Dharma Tanjung, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, mendapat penolakan dari sejumlah warga yang tinggal dan menjalankan usaha di sekitar lokasi.

Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, jembatan tersebut rencananya akan ditinggikan sekitar 2 meter, disertai pelebaran jalan kurang lebih 8 meter. Rencana tersebut memicu kekhawatiran warga karena dinilai berpotensi berdampak langsung terhadap permukiman dan sumber mata pencaharian masyarakat sekitar.

Di kawasan sekitar jembatan terdapat sejumlah toko milik warga, pasar tradisional, serta aktivitas pedagang ikan yang telah berlangsung secara turun-temurun. Warga khawatir apabila pembangunan dan pelebaran jalan dilaksanakan sesuai rencana, keberadaan tempat usaha tersebut akan terdampak bahkan terancam kehilangan sumber penghasilan.

Baca juga  Dandim 1208/Sambas Bersama Unsur Terkait Turun Langsung Padamkan Karhutla

Warga pada prinsipnya tidak menolak pembangunan infrastruktur. Mereka meminta agar pembangunan jembatan tetap dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan keberlangsungan usaha masyarakat yang telah lama berada di kawasan tersebut.

“Silakan jembatan dibangun, tetapi sewajarnya dan jangan sampai pembangunan justru merugikan serta mematikan usaha warga sekitar,” demikian aspirasi yang disampaikan warga.

Penolakan tersebut bahkan disebut dapat berkembang menjadi aksi lebih besar. Warga mengancam akan melakukan blokade jalan nasional apabila aspirasi mereka tidak mendapatkan perhatian dan pemerintah tetap memaksakan pembangunan sesuai rencana yang dipersoalkan.

Sementara itu, Syamsuddin, salah satu aktivis senior, turut menyuarakan agar pemerintah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhitungkan dampaknya terhadap masyarakat.

“Pemerintah jangan seenaknya dalam membangun jembatan. Perhatikan juga nasib warga yang selama ini menggantungkan hidup dari usaha di sekitar lokasi,” ujar Syamsuddin.

Baca juga  Kapolres Lumajang Beri Reward Anggota Marinir yang Bantu Ungkap Kasus PMII Ilegal

Ia menegaskan, apabila pemerintah tetap memaksakan rencana pembangunan tanpa memberikan solusi yang adil bagi warga terdampak, dirinya siap menggelar aksi demonstrasi bersama masyarakat dan para pedagang yang terdampak.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat luas, bukan justru mengorbankan kehidupan ekonomi warga yang telah puluhan tahun mencari nafkah di lokasi tersebut.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera membuka ruang dialog untuk membahas desain, ketinggian, pelebaran jalan, serta dampak sosial-ekonomi pembangunan. Mereka meminta agar terdapat solusi yang memungkinkan pembangunan jembatan tetap berjalan tanpa menghilangkan sumber mata pencaharian masyarakat sekitar.

SYAMSUDYN

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Pesan Kapolres Sumenep Saat Menjadi Narasumber Sekolah Kepemimpinan di BEM STKIP

BERITA UTAMA

Babinsa Koramil 1612-03/Reo Menghadiri Rapat Persiapan HUT Kemerdekaan RI Ke 78

BERITA UTAMA

Bhabinkamtibmas Food Estate Melaksanakan Cek Sawah untuk Pengawasan Keamanan dan Ketahanan Pangan

Artikel

Pembagian Brosur Keselamatan Berlalu lintas kepada pengguna jalan, pengendara roda 2 & pengemudi roda 4

BERITA UTAMA

Bripka Andi Berikan Edukasi Sampaikan UU Uang Mengatur Tentang Sanksi Bagi Pelaku Karhutla

Artikel

Danramil 04/Kra Hadiri Giat Ulang Janji dan Saresehan Anggota Pramuka Kwarran Karanganyar Kab. Kebumen ke 63 Tahun 2024

Artikel

Sahabat SMEA 87 Silahturohmi dengan Ketua MPR-RI Ahmad Muzani, Bahas Reuni Akbar

Artikel

Pemkab dan TNI Gelar Pasar Murah Pada Penutupan TMMD sebagai Upaya Pengendalian Inflasi