TARGERNEWS.ID MALANG — Kedatangan Hadi Wiyono alias Cak Dur ke Gedung DPRD Malang pada Jumat (11/9/2026) siang berujung keributan. Cak Dur datang bersama sejumlah massa untuk menyampaikan surat sekaligus meminta agar akses Bendungan Lahor dibuka selama 24 jam.
Situasi di lingkungan Gedung DPRD Malang kemudian memanas setelah terjadi keributan yang melibatkan Cak Dur dengan sejumlah anggota DPRD.
Dalam insiden tersebut, anggota DPRD Malang Zulham Akhmad Mubarok disebut terlibat dalam kejadian yang kemudian dilaporkan ke Polres Malang. Zulham juga menjalani pemeriksaan medis dan visum untuk mendokumentasikan kondisi yang dialaminya.
Pasca kejadian, massa yang datang bersama Cak Dur masih bertahan di sekitar Gedung DPRD Malang. Aparat kepolisian kemudian melakukan pengamanan dan meminta massa membubarkan diri.
Sekitar pukul 18.00 WIB, polisi akhirnya membubarkan massa yang masih berada di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kembali keributan serta menjaga situasi keamanan di sekitar Gedung DPRD Malang.
Laporan terkait insiden tersebut kini ditangani Polres Malang. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian serta pihak-pihak yang terlibat dalam keributan tersebut.
Sementara itu, persoalan utama yang dibawa Cak Dur yakni permintaan pembukaan akses Bendungan Lahor selama 24 jam juga menjadi bagian dari latar belakang kedatangannya ke Gedung DPRD Malang.
Hingga kini, proses penanganan laporan kepolisian masih berjalan. Bersambung










