TARGETNEWS.ID JOMBANG, 24 Agustus 2026 — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I., atau yang akrab disapa Ning Lia, turun langsung menjadi relawan dalam kegiatan fogging di sejumlah pondok pesantren di kawasan Tambakberas, Kabupaten Jombang, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan bersama sejumlah elemen, di antaranya IPNU dan IPPNU Kabupaten Jombang serta Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang. Fogging menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD), sekaligus mendukung kesiapan Jombang menyambut pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Ning Lia tidak hanya hadir meninjau kegiatan, tetapi ikut mengangkat dan mengoperasikan alat fogging. Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa profesi petugas fogging bukan pekerjaan yang mudah.
“Selama ini kita hanya melihat petugas melakukan fogging. Kita tidak berpikir apa yang mereka rasakan ketika membawa alat dengan berat sekitar 14 kilogram, dengan suara yang sangat keras dan asap di mana-mana,” ujar Ning Lia.
Menurutnya, petugas fogging membutuhkan keberanian, ketahanan fisik, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas di lapangan.
“Setelah saya ikut langsung, ternyata luar biasa sekali. Mereka bekerja dengan penuh keberanian dan istilahnya lillahi ta’ala. Jadi, profesi petugas fogging ini bukan pekerjaan yang mudah,” katanya.
Ning Lia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas fogging serta Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang yang telah mendukung kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada para petugas fogging dan Dinas Kesehatan Jombang. Kita melihat langsung bagaimana perjuangan mereka dalam menjaga kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Ia menjelaskan, kegiatan fogging juga menjadi bagian dari upaya preventif menghadapi potensi penyebaran DBD. Terlebih, sejumlah kasus DBD masih ditemukan di beberapa daerah, sehingga pencegahan perlu dilakukan sejak dini.
“Kita tidak mau ada kejadian DBD. Karena itu, ini merupakan upaya preventif. Kita ingin memastikan lingkungan di Jombang, terutama kawasan yang nantinya menjadi bagian dari penyambutan peserta Muktamar NU, dalam kondisi aman dan sehat,” ujarnya.
Pada hari tersebut, fogging dilakukan di dua titik dari total rencana lima titik yang akan disasar. Lokasi tersebut termasuk kawasan pondok pesantren yang dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan peserta Muktamar NU ke-35.
Ning Lia menegaskan, kesiapan menjadi tuan rumah Muktamar NU bukan hanya persoalan penyelenggaraan acara, tetapi juga menyangkut kesehatan, kebersihan, keamanan, serta kenyamanan para peserta.
“Jawa Timur harus menunjukkan kesiapan menjadi tuan rumah yang baik. Salah satunya dengan memastikan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi para peserta,” katanya.
Selain kegiatan fogging, Ning Lia juga menyempatkan melihat koleksi karya seni para pelukis Jombang. Sejumlah lukisan direncanakan masuk dalam mekanisme open bidding atau lelang.
Menurutnya, karya seni tersebut tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga merekam perjuangan ulama dan tokoh bangsa dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat gotong royong menyambut Muktamar NU ke-35 sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Jombang.
(Anil)










