Home / BERITA UTAMA / DAERAH

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Lia Istifhama Apresiasi Pelukis Jombang yang Hidupkan Sejarah NU Lewat Kanvas

TARGETNEWS.ID JOMBANG — Menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, tidak hanya bersiap menjadi ruang pertemuan ribuan warga Nahdliyin dari berbagai penjuru Indonesia. Di tengah denyut besar perhelatan organisasi, kesenian juga menemukan ruangnya sendiri.

Di sebuah galeri, wajah-wajah para muasis atau pendiri NU hadir kembali. Bukan melalui buku sejarah atau catatan masa lalu, melainkan melalui sapuan kuas para pelukis asal Jombang. Kanvas-kanvas itu menghadirkan para ulama dan kiai dalam bahasa visual, seolah mengajak siapa pun yang memandangnya untuk kembali menyusuri jejak perjuangan mereka.

Anggota MPR/DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, berkesempatan mengunjungi dan melihat langsung pameran lukisan tersebut, Senin (24/8/2026).

Bagi Lia, karya seni yang dipamerkan memiliki makna yang jauh melampaui keindahan warna dan teknik melukis. Di balik setiap potret, tersimpan upaya merawat ingatan tentang tokoh-tokoh ulama yang telah meletakkan fondasi perjuangan NU dan ikut mengambil bagian dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Kita juga melihat para pelukis dari Jombang. Ada beberapa lukisan yang dilakukan open bidding atau akan dilelang,” kata Lia.

Baca juga  Diaspora Papua di Inggris Bahas Strategi Pembangunan Papua bersama Mahasiswa Doktoral Internasional

Kehadiran para pelukis lokal dalam momentum Muktamar ke-35 NU menjadi menarik karena seni ditempatkan bukan hanya sebagai pelengkap acara. Seni menjadi medium untuk menyampaikan sejarah kepada masyarakat dengan cara yang lebih dekat, hangat, dan mudah dirasakan lintas generasi.

Menurut Ning Lia, lukisan-lukisan para muasis NU membawa pesan tentang perjuangan yang tidak boleh terputus oleh zaman.

“Bukan sekadar lukisan, tetapi juga menunjukkan sebuah perjuangan dari para muasis NU. Mereka bukan hanya pendiri NU, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan Indonesia sehingga kemudian Indonesia bisa merdeka,” ujarnya.

Melalui karya seni, generasi muda tidak hanya diperkenalkan pada nama dan wajah para pendiri NU. Mereka juga diajak memahami bahwa di balik sosok yang kini dikenang dalam sejarah, terdapat perjuangan panjang, pemikiran, keteladanan, serta keberanian para ulama dalam memperjuangkan agama dan bangsa.

Di sinilah kesenian mengambil peran penting. Sejarah yang terkadang terasa jauh dan kaku dapat menjadi lebih hidup ketika diterjemahkan ke dalam bahasa rupa. Sebuah lukisan mampu menghadirkan ekspresi, suasana, dan imajinasi yang membuat penikmatnya berhenti sejenak, memandang, lalu bertanya tentang kisah di balik sosok yang ada di hadapannya.

Baca juga  Personel Polsek Sebangau Kuala Sosialisasi kan Super App Kepada warga

Bagi para seniman Jombang, kesempatan tampil dalam momentum besar Muktamar NU juga menjadi ruang pengakuan terhadap kreativitas lokal. Mereka tidak sekadar memamerkan kemampuan artistik, tetapi turut mengambil bagian dalam merawat memori kolektif masyarakat tentang NU.

Beberapa karya bahkan akan dilelang melalui mekanisme open bidding. Dengan demikian, lukisan-lukisan tersebut tidak hanya berhenti sebagai karya yang dipajang, tetapi berpeluang melanjutkan perjalanan ke ruang-ruang baru bersama para pemiliknya.

Keberadaan galeri lukisan di Tambakberas pun memperlihatkan bahwa Muktamar tidak hanya berbicara mengenai agenda organisasi dan pertemuan para ulama. Ada ruang kebudayaan yang ikut bergerak. Ada seniman yang berkarya, ada sejarah yang kembali diceritakan, dan ada generasi muda yang diajak mengenal masa lalu melalui cara yang lebih kreatif.

Di tengah semarak menyambut para muktamirin dari berbagai daerah, kanvas-kanvas itu seakan menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini.

Para muasis NU memang telah menjadi bagian dari sejarah. Namun melalui tangan para pelukis Jombang, perjuangan mereka kembali bertutur—bukan dengan suara, melainkan lewat warna, garis, dan karya seni yang berbicara kepada siapa saja yang bersedia memandangnya.

(Anil)

Share :

Baca Juga

Artikel

DANKORMAR PIMPIN APEL GELAR RIKSIAPOPS SATGAS KOMPOSIT LAUT NATUNA UTARA TAHUN 2025

BERITA UTAMA

Brigjen Bayu Permana Pindah Tugas, Kolonel Kapti Jabat Danrem 011/Lilawangsa

Artikel

Cabang Olahraga Pencak Silat Sumbang 3 Medali untuk Kota Tegal

Artikel

Program Non Fisik Juga Jadi Sasaran TMMD Kodim Tabalong

BERITA UTAMA

Bersama Forkopimcam Sajingan Besar Komandan Koramil 02/Sejangkung Ikuti Senam Germas

BERITA UTAMA

Cegah Karhutla, Polsek Pandih Batu Gencarkan Edukasi dan Sambang Warga

Artikel

Peringati Hari Lahir Pancasila 2024, Pj. Gubernur Ajak Implementasikan Nilai-Nilai Pancasila

BERITA UTAMA

Kapolres Nganjuk Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian Periode 1 November 2023